Jumat, 02 Agustus 2019 16:52:35

ITW: E-TLE Merugikan Masyarakat Jakarta

ITW: E-TLE Merugikan Masyarakat Jakarta

Beritabatavia.com - Berita tentang ITW: E-TLE Merugikan Masyarakat Jakarta

KETUA Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan menilai keberadan kamera tilang elektronik atau E-TLE yang berada di beberapa sudut ...

 ITW: E-TLE Merugikan Masyarakat Jakarta Ist.
Beritabatavia.com - KETUA Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan menilai keberadan kamera tilang elektronik atau E-TLE yang berada di beberapa sudut jalan utama di Jakarta, justru merugikan masyarakat. Pasalnya, E-TLE belum menjelaskan siapa objek pengguna yang diberikan sanksi yang melakukan pelanggaran.

Apakah pemilik atau pengemudinya. Lantas bagaimana mengidentifikasinya. Nah kalau mobil itu dipinjam orang lain, kemudian melakukan pelanggaran misalnya memakai handpone dan kena tilang E-TLE kemudian tilangnya ke pemilik mobil, padahal dia tidak sedang mengemudi. Ini kan jelas memberatkan bagi pemilik, papar Edison disela-sela cofee morning membahas E-TLE di Gedung Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Menurutnya, E-TLE terkesan hanya untuk memberikan sanksi tanpa melalui proses peradilan. Sehingga E-TLE seperti mesin pendulang uang dari masyarakat utk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor penilangan kendaraan.

Padahal orientasi penegakan hukum lalu lintas untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas (Lalin) masyarakat sampai tertib lalin dijadikan sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi, ujar Edison.

Sementara Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menyebut ada lima faktor yang menyebabkan pelanggaran lalu lintas, yakni faktor petugas, masyarakat, sarana dan prasarana, regulasi serta budaya masyarakat.  Kapolda berharap keberadaan kamera tilang elektronik atau e-TLE dapat mengubah perilaku masyarakat dalam berkendara secara perlahan.

Budaya masyarakat ini kadang-kadang suka menerobos biar cepat, akibatnya terjadi pelanggaran lalin. Ini awal daripada muncul kecelakaan. Ini kecelakan bisa kita tekan dengan e-TLE, khususnya yang menimbulkan fatalitas, ujar Gatot dalam coffee morning

Kapolda Metro berharap angka kecelakaan dapat menurun dengan adanya keberadaan e-TEL tersebut.

Karena kita ketahui kecelakaan lalu lintas diawali pelanggaran lalu lintas. Apalagi data kecelakaan terjadi peningkatan, setiap tahun rata-rata di atas 5.000, korban yang meninggal di atas 500, belum lagi korban yang luka berat. Harapan kita dengan e-TLE bisa berkurang 40 persen terhadap angka kecelakaan ini, sambung jenderal bintang dua.

Penerapan e-TLE telah dilakukan sejak 1 November 2019 oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya. Kini kamera e-TLE pun telah ditambah, yang semula hanya dua kini menjadi 12 kamera yang tersebar di 10 titik di kawasan Sudirman-MH. Thamrin. Kamera e-TLE pun kini semakin canggih dengan empat fitur tambahan. Yakni dapat merekam pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan handphone saat berkendara dan kecepatan maksimal 40km/jam. 0 END





Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 28 Maret 2020
Sabtu, 21 Maret 2020
Jumat, 20 Maret 2020
Kamis, 19 Maret 2020
Sabtu, 14 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Minggu, 08 Maret 2020
Kamis, 05 Maret 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Minggu, 16 Februari 2020
Selasa, 11 Februari 2020
Sabtu, 08 Februari 2020