Senin, 16 September 2019

Kapolri: 99% Karhutla Disengaja

Kapolri: 99% Karhutla Disengaja

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapolri: 99% Karhutla Disengaja


KAPOLRI Jendral Tito Karnavian mengemukakan adanya kejanggalan terhadap pola kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau berdasarkan ...

Ist.
Beritabatavia.com -
KAPOLRI Jendral Tito Karnavian mengemukakan adanya kejanggalan terhadap pola kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau berdasarkan pengamatan dari helikopter.

"Area yang terbakar hanya hutan saja. Sedangkan areal kebun sawit dan tanaman kainnya tidak terbakar. Hal ini merupakan indikasi adanya unsur kesengajaan," kata Kapolri saat mengunjungi lokasi karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Senin (16/9).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mendapatkan laporan dari Bupati Pelalawan, bahwa 80% wilayah hutan dan lahan yang terbakar selalu berubah menjadi lahan perkebunan sawit atau tanaman industri lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Infromasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menambahkan akibat kabut asap, jarak pandang di Riau hanya mencapai satu kilometer saja. "Umumnya Riau masih berasap, jarak pandang 1 kilometer tadi pagi jam 7," kata Agus melalui
Berdasarkan data hasil analisis dari situs https://fires.globalforestwatch.org/map/ tentang fires spot di Indonesia dari tanggal 1 Agustus sd 14 September 2019, ditunjukkan bahwa titik panas atau identik lokasi karhutla terjadi di luar kawasan. Hampir 85% areal kebakaran di luar konsensi sawit.

Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Polri menetapkan 47 tersangka individu kebakaran hutan dan lahan di Riau, Sumatera yang mengakibatkan kabut asap. "Tersangka korporasi masih satu, PT SSS (Sumber Sawit Sejahtera)." papar Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyampaikannya melalui keterangan tertulis, Senin (16/09/2019).

Hingga kini belum ada tersangka penanggung jawab kebakaran di lahan PT SSS seluas 150 hektare itu. Polisi masih memeriksa 42 saksi untuk PT SSS itu. Sebanyak 25 saksi dari jajaran internal perusahaan, delapan saksi anggota masyarakat, dan tujuh saksi ahli. "Masih dibutuhkan keterangan dari beberapa saksi ahli lainnya." sambungnya. 0 MIO


Berita Lainnya
Jumat, 15 November 2019
Kamis, 14 November 2019
Selasa, 12 November 2019
Selasa, 12 November 2019
Senin, 11 November 2019
Minggu, 10 November 2019
Sabtu, 09 November 2019
Jumat, 08 November 2019
Rabu, 06 November 2019
Selasa, 05 November 2019
Senin, 04 November 2019
Minggu, 03 November 2019