Kamis, 21 November 2019 12:58:58

Kasus Novel Baswedan, Polri sudah Bekerja Maksimal

Kasus Novel Baswedan, Polri sudah Bekerja Maksimal

Beritabatavia.com - Berita tentang Kasus Novel Baswedan, Polri sudah Bekerja Maksimal

KAPOLRI Jenderal Polisi Idham Azis menyatakan bahwa Polri telah bekerja secara maksimal dalam menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap ...

 Kasus Novel Baswedan, Polri sudah Bekerja Maksimal Ist.
Beritabatavia.com -
KAPOLRI Jenderal Polisi Idham Azis menyatakan bahwa Polri telah bekerja secara maksimal dalam menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, pada April 2017 Bahkan Polri sudah bekerja secara maksimal melaksanakan langkah-langkah penyidikan.

Kami juga berkoodinasi dengan pihak eksternal, seperti KPK, Kompolnas, Komnas HAM, Ombudsman, dan para pakar profesional, bahkan dengan kepolisian Australia (AFP), kata Kapolri dalam Rapat Kerja Komisi III di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/11).

Kapolri menyebutkan, tindakan yang telah dilaksanakan penyidik Polri antara lain melakukan pemeriksaan terhadap 73 saksi, pemeriksaan 78 titik CCTV, dan berkoordinasi dengan AFP (Kepolisian Australia) untuk menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Selain itu, penyidik melakukan pemeriksaan daftar tamu hotel serta kontrakan dan kamar indekos sekitar tempat kejadian perkara (TKP), serta pemeriksaan terhadap 114 toko kimia yang berada di radius 1 kilometer dari TKP.

Rekonstruksi wajah yang diduga pelaku, mengamankan tiga orang saksi yang dicurigai, dan memeriksa alibi dengan hasil tidak terbukti. Memublikasikan sketsa wajah dan mencari orang yang diduga pelaku membuka media hotline 24 jam dan menindaklanjuti informasi yang masuk, papar Jenderal Bintang Empat itu, seperti diinformasikan melalui laman resmi Polri, Kamis (21/11/2019).

Selain itu, Polri membentuk Tim Pengawas Internal untuk melaksanakan audit terhadap penyidikan, berkoordinasi, dan membuka ruang komunikasi dengan pihak eksternal, yaitu KPK, Komnas HAM, Kompolnas, dan Ombudsman.

Berdasarkan rekomendasi Komnas HAM, Polri juga telah membentuk tim pakar dan tim pencari fakta yang terdiri atas tujuh akademisi dengan disiplin ilmu dan keahlian yang berbeda untuk mendukung penyidikan.

Selain itu, Polri telah membentuk tim teknis yang telah berkoordinasi dengan KBRI di Singapura untuk memeriksa riwayat kesehatan korban dan melakukan pendalaman dari sketsa pelaku dengan 282 data yang kami dapatkan dari Disdukcapil, pungkas Pimpinan Tertinggi Polri itu. 0 ERZ





Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 25 Agustus 2020
Selasa, 18 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020
Senin, 10 Agustus 2020
Selasa, 04 Agustus 2020
Selasa, 28 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
Jumat, 17 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 01 Juli 2020
Selasa, 30 Juni 2020