Senin, 20 Januari 2020 19:03:31

Residivis Kasus Narkoba Tewas Ditembak

Residivis Kasus Narkoba Tewas Ditembak

Beritabatavia.com - Berita tentang Residivis Kasus Narkoba Tewas Ditembak

PEMBUKA tahun 2020, Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pertama kali menembak mati pelaku kasus narkoba. Pelaku yang ditembak mati adalah ...

 Residivis Kasus Narkoba Tewas Ditembak Ist.
Beritabatavia.com -

PEMBUKA tahun 2020, Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pertama kali menembak mati pelaku kasus narkoba. Pelaku yang ditembak mati adalah SP, residivis kasus narkoba yang baru keluar dari penjara setelah dihukum 4 tahun dalam kasus yang sama. Tercatat sepanjang tahun 2019, Polda Metro Jaya menembak bandar hingga pengedar narkoba sekitar 15 orang.

"Kami menerima informasi adanya perdagangan narkoba di Apartemen Grand Bay Pluit, Jakarta Utara. Ternyata informasi itu benar dan kami menangkap SPT dan SP serta barang bukti sabu seberat 2.024 gram atau 2 kilogram lebih," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus didampingi Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Awaluddin di Polda Metro Jaya, Senin (20/01/2020).

Dijelaskan, pengungkapan kasus itu berdasarkan informasi masyarakat sering terjadi transaksi narkoba di sekitar Apartemen Grand Bay Pluit, Jakarta Utara. “Penyelidik pada Minggu 12 Januari 2020, mengamankan SP dan SPT di loby Tower B Apartemen Grand Buy Pluit. Juga menyita barang bukti 1 kardus berisi 4 plastik sabu seberat 2.024 gram atau 2 kilogram lebih,” ujar Yusri

Dari keterangan tersangka SP, diketahui barang terlarang itu milik orang yang biasa dipanggil Bos, yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). POlisi pun mengembangkan pada Senin 13 Januari 2020, SP menyampaikan barang bukti akan diserahkan ke Bos di daerah Cawang, Jakarta Timur.

Namun Bos yang akan mengambil narkoba itu tidak kunjung datang. Dan keesokan harinya Selasa 14 Januari 2020. Bos dihubungi lagi dan bersedia datang sesuai tempat kesepakatan di Cawang. Saat menunggu sang Bos, SP mengajukan permintaan agar tangannya jangan diborgol supaya Bos tidak curiga.

Dengan penjagaan ekstra ketat, permintaan itu dikabulkan. Saat tersangka turun dari mobil, tiba-tiba SP melarikan diri. Bahkan melakukan perlawanan terhadap petugas. Sehingga petugas melakukan tembakan peringatan. "Tersangka tetap melakukan perlawanan, selanjutnya untuk menjaga keselamatan, petugas menembak tersangka SP dengan tindakan tegas dan terukur hingga tewas,” tandas Kombes Yusri.

Sementara SPT yang baru terjun di perdagangan narkoba dikenakan pasal 114 ayat (2) subdider pasal 111 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun. 0 END

 

 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 06 Agustus 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020