Sabtu, 07 Maret 2020 14:58:57

Polisi Tembak Mati 1 Anggota Mafia Pembobol Bank

Polisi Tembak Mati 1 Anggota Mafia Pembobol Bank

Beritabatavia.com - Berita tentang Polisi Tembak Mati 1 Anggota Mafia Pembobol Bank

Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil meringkus 12 tersangka dari 3 kelompok mafia pembobol rekening bank yang ...

Polisi Tembak Mati 1 Anggota Mafia Pembobol Bank Ist.
Beritabatavia.com -

Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil meringkus 12 tersangka dari 3 kelompok mafia pembobol rekening bank yang sudah beroperasi sejak 2015 silam.

Satu diantaranya terpaksa ditembak mati lantaran berusaha melawan petugas. Sebelum tersungkur dan tewas bersimbah darah, tersangka Yopi yang memiliki senjata api jenis revolver sempat baku tembak dengan petugas yang hendak menangkapnya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan, para pelaku diringkus di  daerah asalnya Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, awal Maret 2020 lalu.

“ Satu pelaku terpaksa ditembak mati, karena melawan dengan menggunakan senjata api yang selalu dipegangnya, “ kata Kapolda Irjen Nana Sudjana, Jumat (6/3).

Kapolda Nana Sudjana menuturkan, akibat perbuatan tiga kelompok mafia perbankan itu,  bank BCA mengalami kerugian mencapai Rp 22 miliar.

“Modusnya mereka menggunakan virtual account untuk membobol kartu kredit nasabah BCA. Total kerugian pihak BCA mencapai Rp 22 Miliar. Mereka ini adalah mafia perbankan,” ungkap Kapolda Nana.

Kapolda menjelaskan, 12 pelaku anggota dari tiga kelompok, semuanya berasal dari Tulung Selapan, Sumatera Selatan.

“ Mereka mengaku sudah beroperasi sejak 2015 silam,” kata Irjen Nana Sudjana.

Lebih lanjut Kapolda menjelaskan, kelompok pertama terdiri dari tiga tersangka yakni Frandika (29), Geri (23) dan Helyem (33).

“Para pelaku ini memanfaatkan sistem BCA yang sedang maintenance atau upgrade, dengan cara melakukan transaksi top up ke virtual account menggunakan M-Banking,” kata Nana. Saldo tersangka tidak berkurang. Dia  melakukan top up berkali-kali dengan virtual account yang disiapkannya,tambah Nana.

Kelompok kedua, terdiri dari 8 tersangka dimana satu tersangka yakni Yopi tewas ditembak karena melawan petugas dengan senjata apinya.
Sementara 7 pelaku lainnya adalah Altarik (26), Remondo (25), Eldin Agus (23), Sultoni (22), Helmi (57), Suhendra (26) dan Deah Anggraini (22).

“Mereka melakukan transaksi belanja online dengan menggunakan kartu kredit. Untuk itu mereka mendapatkan OTP dengan cara mengaku sebagai petugas bank dan berdalih untuk membatalkan pembelian online yang tidak dilakukan para korban,” kata Nana.

Saat OTP diberikan ke pelaku, lalu dapat leluasa membobol kartu kredit korban. Karena pelaku dapat masuk ke kartu kredit korban dengan OTP yang merupakan password rahasia.

Sementara kelompok ketiga adalah satu orang tersangka yang merupakan hasil pengembangan kasus pembobolan rekening wartawan senior Ilham Bintang. Dimana 8 pelaku yakni kelompok Desar telah berhasil dibekuk sebelumnya. Satu orang yang DPO di kelompok Desar ini berhasil dibekuk Yakni Pegik (27) yang berperan membantu tersangka Desar mendapatkan data korban Ilham Bintang. “Sehingga bisa membuat SIM Card baru dengan data Ilham Bintang,” katanya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian, Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang transfer dana, UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), UU Perbankan, dan UU ITE. Para pelaku diancam hukuman penjara 20 tahun. O son

 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 05 Maret 2020
Minggu, 01 Maret 2020
Jumat, 28 Februari 2020
Senin, 24 Februari 2020
Senin, 24 Februari 2020
Sabtu, 22 Februari 2020
Kamis, 13 Februari 2020
Rabu, 12 Februari 2020
Selasa, 11 Februari 2020
Minggu, 09 Februari 2020
Sabtu, 08 Februari 2020
Rabu, 05 Februari 2020