Minggu, 03 Mei 2020 16:17:36

Waspada Tertular Tanpa Gejala, Pasien Positif 11.192 Sembuh 1.876 Meninggal 845

Waspada Tertular Tanpa Gejala, Pasien Positif 11.192 Sembuh 1.876 Meninggal 845

Beritabatavia.com - Berita tentang Waspada Tertular Tanpa Gejala, Pasien Positif 11.192 Sembuh 1.876 Meninggal 845

Masyarakat diminta tetap waspada dan displin menaati anjuran dan imbaun pemerintah. Sebab, saat ini semakin banyak yang tertular virus corona atau ...

Waspada Tertular Tanpa Gejala, Pasien Positif 11.192  Sembuh 1.876 Meninggal 845 Ist.
Beritabatavia.com -

Masyarakat diminta tetap waspada dan displin menaati anjuran dan imbaun pemerintah. Sebab, saat ini semakin banyak yang tertular virus corona atau covid-19 tetapi tidak ditandai dengan gejala. Kondisi itu diyakini telah ada perubahan pada virus itu sendiri.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik, merupakan upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Disusul imbauan dan anjuran pemerintah agar tetap stay at home, work from home, sosial distancing, physical distancing, memakai masker dan cuci tangan dengan sabun, sebagai persyaratan mutlak terhindar dari penularan covid-19.Menurutnya, PSBB yang sudah dilaksanakan di wilayah DKI sejak 10 April 2020 dan disusul wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya, harus terus ditingkatkan.  

Achmad Yurianto mengimbau ditengah upaya pemerintah untuk meningkatkan intervensi dan ketegasan dalam melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19. Hendaknya disertai kesadaran dan displin masyarakat menaati anjuran dan imbauan yang telah disampaikan pemerintah.   
Supaya penyebaran dan penularan virus corona tidak terus bertambah dari hari ke hari. Seperti up date informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI, dengan data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, Minggu 3 Mei 2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 62 orang sehingga jumlah total menjadi 4.417 orang.

Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 60 orang sehingga jumlah totalnya  sebanyak 622 orang.  Pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 10 orang maka jumlah totalnya 410 orang. Sementara   pasien yang dirawat berkurang 27 orang sehingga jumlahnya menjadi 2.062 orang. Sedangkan jumlah yang melakukan isolasi mandiri bertambah 19 orang maka jumlah totalnya menjadi 1.323 orang.

Menurut Achmad Yurianto, ditengah semakin masifnya penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Pemerintah melalui  kementerian dan lembaga serta semua elemen terus bekerja keras yang dikordinir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Meskipun hasilnya belum memberikan dampak signifikan terhadap pencegahan penyebaran dan penularan covid-19. Sehingga masih terus terjadi kenaikan pada setiap up date informasi covid-19. Penanganan secara nasional dengan berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga pada Minggu 3 Mei 2020, pukul 12.00 WIB, masih terjadi kenaikan. Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 mengalami peningkatan atau bertambah 349 orang sehingga jumlah total sebanyak 11.192 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 211 orang maka jumlah total menjadi 1.876 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 14 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 845 orang.
Achmad Yurianto mengingatkan, peningkatan jumlah pasien yang tertular dan penyebaran wilayah yang terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah.

“Tidak keluar rumah dan tidak mudik adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Minggu (3/5).

Dia memastikan,  pemerintah tetap memprioritaskan penanganan covid-19. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir oleh Gugus Tugas Penanganan covid-19. Seperti  test real time specimen lebih dari 107 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC).

Kemudian meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 89 laboratorium berada di berbagai wilayah Indonesia, sudah aktif digunakan. Membuka lebih banyak konsultasi telemedis dengan menggunakan teknologi, untuk mengurangi kunjungan orang ke rumah sakit.

Diharapkan, kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan dan mendapatkan hasil sebagai data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing agar pemutusan rantai penyebaran dan penularan covid-19 efisien dan efektif.
Sementara, berdasarkan up date informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, data penyebaran kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah provinsi hingga hingga Sabtu 2 Mei 2020. Tercatat di wilayah DKI Jakarta sebanyak 4.397 kasus disusul Jawa Timur 1.037, Jabar 1.043, Jateng 767 dan Sulsel 577.

Sedangkan di wilayah Banten sebanyak 427 kasus, Bali 237, NTB 250, Papua 240, Sumbar 182, Kalsel 179 kasus. Kemudian  Kalteng 157, Sumatera Selatan 156,  Kaltim 154, Kalimantan Utara 122, Sumut 117.
Kemudian di wilayah DIY 114, Kepri 89 , Kalbar 68, Sulawesi Tenggara 64, Sulteng 59, Lampung 50, Sulut 45, Riau 45, Sulbar 44, Papua Barat 43, Maluku Utara 41.  Selanjutnya wilayah Jambi sebanyak 32 kasus, Maluku 23, Bangka Belitung 19, Gorontalo 15, Bengkulu 12, Aceh 11 dan  NTT 3 kasus. O son
 

Berita Lainnya
Kamis, 30 Juli 2020
Rabu, 29 Juli 2020
Selasa, 28 Juli 2020
Senin, 27 Juli 2020
Minggu, 26 Juli 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Jumat, 24 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020