Senin, 04 Mei 2020 15:59:50

Uji Klinis Ventilator Jahe & Obat, Pasien Positif 11.587 Sembuh 1.954 Meninggal 864

Uji Klinis Ventilator Jahe & Obat, Pasien Positif 11.587 Sembuh 1.954 Meninggal 864

Beritabatavia.com - Berita tentang Uji Klinis Ventilator Jahe & Obat, Pasien Positif 11.587 Sembuh 1.954 Meninggal 864

Kementerian Riset dan Teknologi (kemenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sedang melakukan uji coba terakhir ventilator hasil karya ...

Uji Klinis Ventilator Jahe & Obat,  Pasien Positif 11.587  Sembuh 1.954 Meninggal 864 Ist.
Beritabatavia.com -

Kementerian Riset dan Teknologi (kemenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sedang melakukan uji coba terakhir ventilator hasil karya anak bangsa, sebelum digunakan untuk penanganan covid-19.

"Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Kemenkes, masih melakukan uji endurance,” kata Menristek Bambang Brodjonegoro di media center Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19, kemarin.

Diharapkan pertengahan Mei ini ventilator produksi  Indonesia sudah dapat dilihat dan digunakan. Untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam perang melawan COVID-19.
Selain itu Kemenristek / BRIN juga sedang melakukan uji klinis terhadap jahe merah, jambu biji dan minyak kelapa murni yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan tubuh dari penularan covid-19. Uji klinis juga dilakukan terhadap berbagai macam obat yang direkomendasikan dari luar negeri, baik avigan, chloroquine dan tamiflu, serta obat pil kina yang sedang dikembangkan di Indonesia.

Sementara, juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, semua pihak harus tetap displin menaati imbauan serta anjuran pemerintah seperti tetap stay at home, work from home, sosial distancing, physical distancing, memakai masker dan cuci tangan dengan sabun. Serta kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik. Menurutnya, anjuran dan imbauan serta kebijakan pemerintah  merupakan persyaratan mutlak agar terhindar dari penularan covid-19.

Achmad Yurianto mengimbau ditengah upaya pemerintah untuk meningkatkan intervensi dan ketegasan dalam melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19. Hendaknya disertai kesadaran dan displin masyarakat menaati anjuran dan imbauan yang telah disampaikan pemerintah.  
PSBB yang telah dilaksanakan di wilayah DKI sejak 10 April 2020 dan disusul wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya, harus terus ditingkatkan. Supaya penyebaran dan penularan virus corona tidak terus bertambah dari hari ke hari.

Seperti up date informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI yang berdasarkan data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, Senin 4 Mei 2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 35 orang sehingga jumlah total menjadi 4.472 orang.

Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 28 orang sehingga jumlah totalnya  sebanyak 650 orang.  Pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 2 orang maka jumlah totalnya 412 orang. Sementara   pasien yang dirawat bertambah 18 orang sehingga jumlahnya menjadi 2.082 orang. Sedangkan jumlah yang melakukan isolasi mandiri bertambah 7 orang maka jumlah totalnya menjadi 1.330 orang.

Achmad Yurianto memastikan, ditengah semakin masifnya penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Pemerintah melalui  seluruh kementerian dan lembaga serta semua elemen yang dikordinir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terus bekerja keras.
Kendati hasilnya belum memberikan dampak signifikan. Sehingga masih terjadi kenaikan pada setiap up date informasi covid-19. Secara nasional dengan berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga pada Senin 4 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.

Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 mengalami peningkatan atau bertambah 395 orang sehingga jumlah total sebanyak 11.587 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 78 orang maka jumlah total menjadi 1.954 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 19 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 864 orang.

Achmad Yurianto mengingatkan, peningkatan jumlah pasien yang tertular dan penyebaran wilayah yang terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah.

“Tidak keluar rumah dan tidak mudik adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Senin (4/5).

Menurutnya, pemerintah tetap memprioritaskan penanganan covid-19. Berbagai upaya telah dilakukan seperti  test real time specimen lebih dari 116 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC).

Kemudian meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 89 laboratorium berada di berbagai wilayah Indonesia, sudah aktif digunakan. Membuka lebih banyak konsultasi telemedis dengan menggunakan teknologi, untuk mengurangi kunjungan orang ke rumah sakit.

Diharapkan, kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan dan mendapatkan hasil sebagai data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing agar pemutusan rantai penyebaran dan penularan covid-19 efisien dan efektif.

Sementara, up date informasi berdasarkan data pembaruan disetiap provinsi dari  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Minggu 2 Mei 2020. Tercatat jumlah kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah DKI Jakarta sebanyak 4.463 kasus disusul Jawa Timur 1.117, Jabar 1.054, Jateng 776 dan Sulsel 601.
Sedangkan di wilayah Banten sebanyak 432 kasus, Bali 262, NTB 269, Papua 240, Sumbar 195, Kalsel 195 kasus. Kemudian  Kalteng 157, Sumatera Selatan 185,  Kaltim 162, Kalimantan Utara 122, Sumut 123.

Kemudian di wilayah DIY 115, Kepri 92 , Kalbar 70, Sulawesi Tenggara 64, Sulteng 59, Lampung 50, Sulut 45, Riau 53, Sulbar 44, Papua Barat 43, Maluku Utara 50.  Selanjutnya wilayah Jambi sebanyak 38 kasus, Maluku 23, Bangka Belitung 20, Gorontalo 15, Bengkulu 12, Aceh 12 dan  NTT 10 kasus. O son
 

Berita Lainnya
Sabtu, 25 Juli 2020
Jumat, 24 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Sabtu, 18 Juli 2020
Jumat, 17 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020