Kamis, 07 Mei 2020 16:01:21

PSBB & Larangan Mudik Tetap, Pasien Positif 12.776 Sembuh 2.381 Meninggal 930

PSBB & Larangan Mudik Tetap, Pasien Positif 12.776 Sembuh 2.381 Meninggal 930

Beritabatavia.com - Berita tentang PSBB & Larangan Mudik Tetap, Pasien Positif 12.776 Sembuh 2.381 Meninggal 930

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik, serta imbauan stay at home, work from home, sosial distancing serta physical ...

PSBB & Larangan Mudik Tetap, Pasien Positif 12.776  Sembuh 2.381 Meninggal 930  Ist.
Beritabatavia.com -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik, serta imbauan stay at home, work from home, sosial distancing serta physical distancing, menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun, tetap berjalan seperti biasa, tidak ada perubahan.

Kementerian Perhubungan siap menindak lanjuti Surat Edaran (SE) Kepala Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang yang diterbitkan pada Rabu 6 Mei 2010.

“Kami tegaskan, tidak ada perubahan peraturan. Larangan mudik Idul Fitri dan pembatasan orang untuk keluar dari wilayah PSBB, tetap berlaku. Pengecualian untuk kegiatan yang berhubungan dengan penanganan Covid-19 dan syarat-syaratnya ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19,” kata juru bicara Kemenhub Adita Irawati.

Adita menambahkan, Kemenhub hanya menyediakan moda transportasi darat, laut dan udara serta kereta api untuk yang diperbolehkan bepergian sesuai kriteria dalam SE Gugus Tugas. Pelaksanaannya juga diatur dengan memenuhi protokol kesehatan sesuai dengan amanat Permenhub 18/2020 dan Permenhub 25/2020. Pemenuhan layanan tersebut akan diberlakukan mulai Kamis, 7 April 2020 pukul 00.00 WIB.

Dalam SE Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Letjen TNI Doni Monardo, nomor 4 tahun 2020 disebutkan, kriteria pengecualian berpergian dengan transportasi bagi orang-orang yang  melakukan kegiatan terkait penanganan Covid-19, seperti : 1) orang-orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan kegiatan seperti : pelayanan percepatan penanganan Covid-19, pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, pelayanan kesehatan,  pelayanan kebutuhan dasar, pelayanan pendukung layanan dasar dan pelayanan fungsi ekonomi penting. 2) Perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia. 3) Repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), WNI, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal, sesuai ketentuan yang berlaku.

Tetapi juga disertai persyaratan ketat yang wajib dipenuhi oleh orang-orang yang memenuhi kriteria pengecualian untuk bepergian tersebut, seperti : menunjukkan KTP, menunjukkan surat tugas, menunjukan hasil tes negatif Covid-19 dan lain sebagainya.

Sementara  juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengingatkan agar  semua masyarakat tetap waspada dan displin menaati imbauan dan anjuran serta kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Anjuran dan imbauan serta kebijakan pemerintah tersebut merupakan persyaratan mutlak agar terhindar dari penularan covid-19. Maka laksanakan dengan kesadaran dan displin yang ketat,” kata Achmad Yurianto, Kamis (7/5).

Menurutnya, pemerintah terus meningkatkan intervensi dan ketegasan dalam melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19. Achmad Yurianto berharap, agar hasilnya maksimal, hendaknya disertai kesadaran dan displin masyarakat menaati anjuran dan imbauan yang telah disampaikan pemerintah.  

Up date data DKI

Dia juga mengatakan, agar PSBB yang telah dilaksanakan di wilayah DKI sejak 10 April 2020 dan disusul wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya, harus terus ditingkatkan. Supaya penyebaran dan penularan virus corona tidak terus bertambah dari hari ke hari.
Seperti up date informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI yang berdasarkan data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, Kamis 7 Mei 2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 66 orang sehingga jumlah total menjadi 4.775 orang.

Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 5 orang sehingga jumlah totalnya  sebanyak 718 orang.  Pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 10 orang maka jumlah totalnya 430 orang. Sementara   pasien yang dirawat bertambah 1 orang sehingga jumlahnya menjadi 2.196 orang. Sedangkan jumlah yang melakukan isolasi mandiri bertambah 50 orang maka jumlah totalnya menjadi 1.431 orang.

Up date data  Nasional

Achmad Yurianto memastikan, ditengah semakin masifnya penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terus bekerja keras. Kendati hasilnya belum maksimal ditandai dengan peningkatan yang terjadi setiap hari saat up date informasi covid-19. Secara nasional dengan berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga pada Kamis 7 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.

Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 mengalami peningkatan atau bertambah 338 orang sehingga jumlah total sebanyak 12.776 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 64 orang maka jumlah total menjadi 2.381 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 35 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 930 orang.

Achmad Yurianto mengingatkan, peningkatan jumlah pasien yang tertular dan wilayah penyebaran terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah.

“Tidak keluar rumah dan tidak mudik adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Kamis (7/5).

Dia memastikan, penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah.  Berbagai upaya telah dilakukan seperti  test real time specimen lebih dari 134 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC). Serta berupaya mencapai target pemeriksaan sampel sebanyak 10 ribu per hari.
Kemudian meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 89 laboratorium berada di berbagai wilayah Indonesia, sudah aktif digunakan. Membatasi kunjungan orang ke rumah sakit, dengan membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Diharapkan, kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan dan mendapatkan data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing yang efisien dan efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

Up date covid-19/ wilayah

Sementara, up date informasi disetiap wilayah provinsi berdasarkan data  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Rabu 6 Mei 2020. Tercatat jumlah kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah DKI Jakarta sebanyak 4.770 kasus disusul Jabar 1320 kasus dan Jawa Timur 1.221,  Jateng 891 dan Sulsel 665.
Kemudian di wilayah Banten sebanyak 487 kasus, Bali 277, NTB 289, Papua 248, Sumbar 238, Kalsel 225 kasus. Lalu wilayah  Kalteng 186, Sumatera Selatan 210,  Kaltim 182, Kalimantan Utara 131 dan  Sumut 141.

Sedangkan di wilayah DIY 122, Kepri 98 , Kalbar 90, Sulawesi Tenggara 69, Sulteng 70, Lampung 63, Sulut 45, Riau 61, Sulbar 58, Papua Barat 53, Maluku Utara 50.  Selanjutnya wilayah Jambi sebanyak 47 kasus, Maluku 23, Bangka Belitung 28, Gorontalo 15, Bengkulu 14, Aceh 17 dan  NTT 12 kasus. O son
 

Berita Lainnya
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 08 Oktober 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Minggu, 04 Oktober 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020
Jumat, 02 Oktober 2020
Kamis, 01 Oktober 2020
Rabu, 30 September 2020
Selasa, 29 September 2020