Senin, 11 Mei 2020 16:10:00

Perjalanan Melelahkan, Pasien Positif 14.265 Sembuh 2.881 Meninggal 991

Perjalanan Melelahkan, Pasien Positif 14.265 Sembuh 2.881 Meninggal 991

Beritabatavia.com - Berita tentang Perjalanan Melelahkan, Pasien Positif 14.265 Sembuh 2.881 Meninggal 991

Pandemi virus corona atau covid-19 di tanah air telah memasuki bulan ketiga. Upaya dan kerja keras pemerintah belum memberikan dampak signifikan, ...

Perjalanan Melelahkan, Pasien Positif 14.265 Sembuh 2.881 Meninggal 991 Ist.
Beritabatavia.com -

Pandemi virus corona atau covid-19 di tanah air telah memasuki bulan ketiga. Upaya dan kerja keras pemerintah belum memberikan dampak signifikan, ditambah kekacauan kecil  penyaluran bansos kepada masyarakat yang terdampak covid-19. Menjadi potret perjalanan panjang yang melelahkan tanpa kepastian kapan akan berakhir. Seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak, agar tidak  menguras energi yang potensi menurunkan daya tahan masyarakat.

Ahli Psikologi Politik, Prof Hamdi Muluk, mengatakan, pandemi virus corona atau covid-19 berdampak multi-dimensi. Karena tak hanya menimbulkan persoalan kesehatan (medis), tetapi juga masalah sosial, ekonomi, budaya serta aspek psikologis. Dalam kondisi dampak multi dimensi akibat covid-19, penataan aspek psikologi menjadi sangat penting, dalam upaya memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

“Kondisi psikologis ini akan mempengaruhi penanganan covid-19. Kalau seseorang tidak sejahtera secara psikologis, nanti usaha pelandaian akan terkendala karena perilaku tidak mendukung,” kata Prof Hamdi Muluk, di media center Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, kemarin.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik,  serta imbauan stay at home, work from home, sosial distancing serta physical distancing, menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun, adalah upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

 “Anjuran dan imbauan serta kebijakan pemerintah tersebut merupakan persyaratan mutlak agar terhindar dari penularan covid-19. Maka laksanakan dengan kesadaran dan displin yang ketat,” kata Achmad Yurianto, Senin (11/5).

Tetapi, Achmad Yurianto menambahkan, kebijakan dan imbauan serta upaya pemerintah  meningkatkan intervensi dan ketegasan dalam melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19, akan efektif. Bila disertai kesadaran dan displin masyarakat menaati dan melaksanakan  imbauan yang telah disampaikan pemerintah.  

Up date data DKI

Menurut Achmad Yurianto, PSBB yang telah dilaksanakan di wilayah DKI sejak 10 April 2020 dan disusul wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya, terus dimaksimalkan. Supaya penyebaran dan penularan virus corona tidak terus bertambah dari hari ke hari.
Seperti up date informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI yang berdasarkan data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, Senin 11 Mei 2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 55 orang sehingga jumlah total menjadi 5.195 orang.
Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 33 orang sehingga jumlah totalnya  sebanyak 836 orang.  Pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 9 orang maka jumlah totalnya 453 orang. Sementara   pasien yang dirawat ber5kurang 102 orang sehingga jumlahnya menjadi 2.258 orang. Sedangkan jumlah yang melakukan isolasi mandiri bertambah 115 orang maka jumlah totalnya menjadi 1.648 orang.

Up date data  Nasional

Achmad Yurianto memastikan, ditengah semakin masifnya penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Pemerintah melalui kementerian dan Lembaga serta berbagai pihak yang dikordinasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terus bekerja keras.

Kendati hasilnya belum maksimal, seperti yang terjadi setiap hari saat up date informasi covid-19. Secara nasional dengan berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga pada Senin 11 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.

Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 mengalami peningkatan atau bertambah 233 orang sehingga jumlah total sebanyak 14.265 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 183 orang maka jumlah total menjadi 2.881 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 18 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 991 orang.

Achmad Yurianto mengingatkan, peningkatan jumlah pasien yang tertular dan wilayah penyebaran terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah.

“Tidak keluar rumah dan tidak mudik adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Senin (11/5).
Dia memastikan, penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah.  Berbagai upaya telah dilakukan seperti  test real time specimen lebih dari 161 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC). Serta berupaya mencapai target pemeriksaan sampel sebanyak 10 ribu per hari.

Kemudian meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 89 laboratorium berada di berbagai wilayah Indonesia. Membatasi kunjungan orang ke rumah sakit, dengan membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Diharapkan, kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan dan mendapatkan data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing yang efisien dan efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

Up date covid-19/ wilayah

Sementara, up date informasi dari 34 wilayah provinsi berdasarkan data  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Minggu 10 Mei 2020. Tercatat jumlah kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah DKI Jakarta sebanyak 5.190 kasus disusul Jabar 1.437 kasus dan Jawa Timur 1.502,  Jateng 978 dan Sulsel 722 serta Banten 533 kasus.

Kemudian di wilayah NTB sebanyak 330 kasus,  Bali 311, Sumbar 299, Sumatera Selatan 278, Papua 308, Kalsel 263 kasus dan Kaltim 218 kasus. Lalu wilayah Kalimantan Tengah sebanyak 193 kasus,  Sumut 179, DIY 153, Kalimantan Utara 131 , Kalbar 120 dan Kepri 101 kasus.
Sedangkan wilayah Sulawesi Tengah sebanyak 83 kasus, Sulawesi Tenggara 76 , Riau 73, Lampung 66, Jambi 64, Sulawesi Barat 62 kasus. Berikutnya wilayah Maluku Utara sebanyak 54 kasus, Papua Barat 70, Sulut 71, Bengkulu 37, Maluku 32, Kepulauan Bangka Belitung 29, Gorontalo 19, Aceh 17 dan NTT 12 kasus. O son

 

Berita Lainnya
Jumat, 18 September 2020
Kamis, 17 September 2020
Kamis, 17 September 2020
Rabu, 16 September 2020
Selasa, 15 September 2020
Senin, 14 September 2020
Minggu, 13 September 2020
Sabtu, 12 September 2020
Sabtu, 12 September 2020
Jumat, 11 September 2020
Kamis, 10 September 2020
Rabu, 09 September 2020