Selasa, 12 Mei 2020 16:05:58

Pemerintah Tak Becus Dewan Menangis, Pasien Positif 14.749 Sembuh 3.063 Meninggal 1007

Pemerintah Tak Becus Dewan Menangis, Pasien Positif 14.749 Sembuh 3.063 Meninggal 1007

Beritabatavia.com - Berita tentang Pemerintah Tak Becus Dewan Menangis, Pasien Positif 14.749 Sembuh 3.063 Meninggal 1007

Komisi VIII DPR RI membongkar ketidak becusan pemerintah menangani wabah virus corona atau covid-19.  Selain tidak konsisten, manajemen  ...

Pemerintah Tak Becus Dewan Menangis, Pasien Positif 14.749 Sembuh 3.063 Meninggal 1007 Ist.
Beritabatavia.com -

Komisi VIII DPR RI membongkar ketidak becusan pemerintah menangani wabah virus corona atau covid-19.  Selain tidak konsisten, manajemen  Gugus Tugas  Percepatan Penanganan covid-19 juga dituding belum lulus.

“Managemen Gugus Tugas belum lulus untuk menangani covid-19, tidak memiliki data yang valid, “ kata anggota Komisi VIII Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis, saat rapat dengar pendapat virtual dengan sekretaris utama dan para eselon 1 BNPB, Selasa 12 Mei 2020. Kebijakan pemerintah tidak konsisten, bahkan terkesan kurang serius menangani covid-19, tambahnya.

Sementara Asli Chaidar dari fraksi PAN, mengatakan, BNPB sekaligus Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 tidak tegas bahkan seperti berkolaborasi dengan kebijakan pemerintah yang melonggarkan operasional transportasi umum. Padahal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sedang dilaksanakan.
“ Seharusnya Gugus Tugas lebih tegas melaksanakan protokol kesehatan covid-19. Tidak justru larut dengan sikap pemerintah pusat yang inkonsisten,” kata Asli Chaidar.

Pernyataan keras juga disampaikan Muhammad Saleh dari Fraksi Partai Golkar. Menurutnya, BNPB sekaligus Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 belum terlihat perannya di daerah, kecuali hanya dirasakan di ibukota dan kota-kota besar di Pulau Jawa.

“Alat pelindung diri (APD) belum didistribusikan secara merata sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya. Selain tidak tegas, koordinasinya juga berantakan, sementara kebijakan pemerintah pusat dengan daerah selalu berseberangan.

Sedangkan Jhon Kennedy Azis fraksi Partai Golkar sambil menahan tangis meminta agar pemerintah dan Gugus Tugas lebih serius serta konsisten. Menurutnya, kondisi di daerah akibat covid-19 sangat memprihatinkan, tetapi kurang mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

“Mengapa keramaian di mal dibiarkan, sementara tempat ibadah tetap di kunci,” ujarnya.

Pimpinan rapat sekaligus wakil ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily, mengaku kecewa dan menahan kekesalan terkait kinerja Gugus Tugas dan pemerintah menangani covid-19. Seharusnya, ditengah kecemasan dan kekhawatiran masyarakat, pemerintah dan Gugus Tugas menjadi tumpuan untuk menangani wabah virus corona. Tetapi justru pemerintah terlihat kebingungan untuk menjelaskan situasi yang sedang terjadi.

“Apa yang disampaikan tidak konsisten dengan yang dilaksanakan dilapangan,” kata politisi Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, PSBB dan larangan mudik,  serta imbauan stay at home, work from home, sosial distancing serta physical distancing, menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun, adalah upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

 “Anjuran dan imbauan serta kebijakan pemerintah tersebut merupakan persyaratan mutlak agar terhindar dari penularan covid-19. Maka laksanakan dengan kesadaran dan displin yang ketat,” kata Achmad Yurianto, Selasa  (12/5).

Menurutnya, kebijakan dan imbauan serta upaya pemerintah  meningkatkan intervensi dan ketegasan dalam melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19, akan efektif. Bila disertai kesadaran dan displin masyarakat menaati dan melaksanakan  imbauan yang telah disampaikan pemerintah.  

Up date data DKI

Achmad Yurianto berharap, PSBB yang telah dilaksanakan di wilayah DKI sejak 10 April 2020 dan disusul wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya, terus dimaksimalkan. Supaya penyebaran dan penularan virus corona tidak terus bertambah dari hari ke hari.

Seperti up date informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI yang berdasarkan data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, Selasa 12 Mei 2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 108 orang sehingga jumlah total menjadi 5.303 orang.
Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 426 orang sehingga jumlah totalnya  sebanyak 1.262 orang.  Pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 4 orang maka jumlah totalnya 457 orang. Sementara   pasien yang dirawat berkurang 415 orang sehingga jumlahnya menjadi 1.262 orang. Sedangkan jumlah yang melakukan isolasi mandiri bertambah 93 orang maka jumlah totalnya menjadi 1.741 orang.

Up date data  Nasional

Achmad Yurianto memastikan, Pemerintah melalui kementerian dan Lembaga serta berbagai pihak yang dikordinasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terus bekerja keras. Kendati peningkatan jumlah yang tertular terjadi setiap hari. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga pada Selasa 12 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.

Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 secara nasional bertambah 484 orang sehingga jumlah total sebanyak 14.749 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 182 orang maka jumlah total menjadi 3.063 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 16 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 1007 orang.

Achmad Yurianto mengingatkan, peningkatan jumlah pasien yang tertular dan wilayah penyebaran terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah.

“Tidak keluar rumah dan tidak mudik adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Selasa (12/5).

Dia memastikan, penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah.  Berbagai upaya dilakukan seperti  test real time specimen lebih dari 165 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC). Serta berupaya mencapai target pemeriksaan sampel sebanyak 10 ribu per hari.
Kemudian meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 89 laboratorium berada di berbagai wilayah Indonesia. Membatasi kunjungan orang ke rumah sakit, dengan membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Diharapkan, kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan serta mendapatkan data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing yang efisien dan efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

Up date virus Covid-19 di 34 Provinsi

Sementara, up date informasi dari 34 wilayah provinsi berdasarkan data  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Senin 11 Mei 2020. Tercatat jumlah kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah DKI Jakarta sebanyak 5.276 kasus disusul Jatim 1536, Jabar 1.493, Jateng 980 dan Sulsel 722 serta Banten 541 kasus.
Kemudian di wilayah NTB sebanyak 331 kasus,  Bali 314, Papua 308, Sumbar 299, Sumatera Selatan 278, Kalsel 263 kasus dan Kaltim 225 kasus. Lalu wilayah Kalimantan Tengah sebanyak 200 kasus,  Sumut 196, DIY 159, Kalimantan Utara 132 , Kalbar 120 dan Kepri 104 kasus.
Sedangkan wilayah Sulawesi Tengah sebanyak 83 kasus, Sulawesi Tenggara 76 , Riau 74, Sulut 71, Papua Barat 70,  Lampung 66, Jambi 65, Sulawesi Barat 62 kasus. Berikutnya wilayah Maluku Utara sebanyak 54 kasus, Bengkulu 37, Maluku 32, Kepulauan Bangka Belitung 29, Gorontalo 19, Aceh 17 dan NTT 12 kasus. O son

Berita Lainnya
Sabtu, 25 Juli 2020
Jumat, 24 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Sabtu, 18 Juli 2020
Jumat, 17 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020