Rabu, 13 Mei 2020 15:56:13

Tingkatkan PSBB & Testing Cepat , Pasien Positif 15.438 Sembuh 3.287 Meninggal 1.028

Tingkatkan PSBB & Testing Cepat , Pasien Positif 15.438 Sembuh 3.287 Meninggal 1.028

Beritabatavia.com - Berita tentang Tingkatkan PSBB & Testing Cepat , Pasien Positif 15.438 Sembuh 3.287 Meninggal 1.028

Mencuatnya rencana melonggarkan  kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik, menuai reaksi berbagai kalangan.

Tingkatkan PSBB & Testing Cepat , Pasien Positif 15.438 Sembuh 3.287 Meninggal 1.028 Ist.
Beritabatavia.com -

Mencuatnya rencana melonggarkan  kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik, menuai reaksi berbagai kalangan.
Ketua umum pengurus besar ikatan dokter Indonesia, Daeng M Faqih mengatakan, menghadapi wabah seperti virus corona atau covid-19, harus dapat melampaui lajunya penularan yang terjadi setiap saat, supaya bisa mengendalikan. Caranya melakukan testing yang massal, cepat dan meluas. Kemudian hasil testing itulah dasarnya untuk menentukan tindakan dan kebijakan yang efektif.

Sementara ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, mengatakan,  ada beberapa faktor penyebab wilayah Indonesia menjadi negara yang rawan terhadap penyebaran virus.
Menurutnya,  jumlah penduduk yang mencapai 268 juta. Pupolasi urban perkotaan cukup tinggi 52,9 persen dan terus meningkat. Kemudian populasi yang tinggal di rumah dengan luas lantai kurang dari 8 meter persegi perkapita sebanyak 14,8 persen (survey Susenas 2017). Disusul dengan gangguan pernafasan karena asap rokok dan asap transportasi. Serta populasi praktik cuci tangan yang salah mencapai 50,2 persen (sumber-Riskesdas). Adalah faktor yang juga mendorong transmisi, sehingga jumlah virus corona atau covid-19 terus bertambah.

Pandu Riono mengingatkan, apabila PSBB dan larangan mudik tidak maksimal, maka potensi kasus virus corona atau covid-19 mencapai angka 1 juta. Dampaknya, rumah sakit atau sarana perawatan akan kesulitan untuk melayaninya. Disusul angka kematian yang tinggi akan terjadi di wilayah DKI Jakarta dan Pulau Jawa.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Letjen Doni Monardo, mengatakan, apabila covid-19 masih menjadi gangguan, maka kegiatan ibadah tetap dilaksanakan di rumah. Tetapi,apabila dinilai tidak menjadi ancaman, maka kegiatan ibadah dapat dilaksanakan di tempat ibadah.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, PSBB dan larangan mudik,  serta imbauan stay at home, work from home, sosial distancing serta physical distancing, menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun, adalah upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

 “Anjuran dan imbauan serta kebijakan pemerintah tersebut merupakan persyaratan mutlak agar terhindar dari penularan covid-19. Maka laksanakan dengan kesadaran dan displin yang ketat,” kata Achmad Yurianto, Rabu  (13/5).
Menurutnya, kebijakan dan imbauan serta upaya pemerintah  meningkatkan intervensi dan ketegasan dalam melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19, akan efektif. Bila disertai kesadaran dan displin masyarakat menaati dan melaksanakan  imbauan yang telah disampaikan pemerintah.  

Up date data DKI

Achmad Yurianto berharap, PSBB yang telah dilaksanakan di wilayah DKI sejak 10 April 2020 dan disusul wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya, terus dimaksimalkan. Supaya penyebaran dan penularan virus corona tidak terus bertambah dari hari ke hari.
Seperti up date informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI yang berdasarkan data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, Rabu 13 Mei 2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 134 orang sehingga jumlah total menjadi 5.437 orang.

Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 15 orang sehingga jumlah totalnya  sebanyak 1.277 orang.  Pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 4 orang maka jumlah totalnya 461 orang. Sementara   pasien yang dirawat berkurang 10 orang sehingga jumlahnya menjadi 1.833 orang. Sedangkan jumlah yang melakukan isolasi mandiri bertambah 125 orang maka jumlah totalnya menjadi 1.866 orang.

Up date data  Nasional

Achmad Yurianto memastikan, Pemerintah melalui kementerian dan Lembaga serta berbagai pihak yang dikordinasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terus bekerja keras. Kendati peningkatan jumlah yang tertular terjadi setiap hari. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga pada Rabu 13 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.
Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 secara nasional bertambah 689 orang sehingga jumlah total sebanyak 15.438 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 224 orang maka jumlah total menjadi 3.287 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 21 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 1028 orang.

Achmad Yurianto mengingatkan, peningkatan jumlah pasien yang tertular dan wilayah penyebaran terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah.

“Tidak keluar rumah dan tidak mudik adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Rabu (13/5).

Dia memastikan, penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah.  Berbagai upaya dilakukan seperti  test real time specimen lebih dari 169 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC). Serta berupaya mencapai target pemeriksaan sampel sebanyak 10 ribu per hari.
Kemudian meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 89 laboratorium berada di berbagai wilayah Indonesia. Membatasi kunjungan orang ke rumah sakit, dengan membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Diharapkan, kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan serta mendapatkan data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing yang efisien dan efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

Up date virus Covid-19 di 34 Provinsi

Sementara, up date informasi dari 34 wilayah provinsi berdasarkan data  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Selasa 12 Mei 2020. Tercatat jumlah kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah DKI Jakarta sebanyak 5.375 kasus disusul Jatim 1.669, Jabar 1.545, Jateng 989 dan Sulsel 747 serta Banten 559 kasus.
Kemudian di wilayah NTB sebanyak 339 kasus,  Bali 328, Papua 322, Sumbar 319, Sumatera Selatan 279, Kalsel 277 kasus dan Kaltim 228 kasus. Lalu wilayah Kalimantan Tengah sebanyak 204 kasus,  Sumut 198, DIY 169, Kalimantan Utara 132 , Kalbar 123 dan Kepri 106 kasus.
Sedangkan wilayah Sulawesi Tengah sebanyak 95 kasus, Riau 81 kasus, Sulawesi Tenggara 76,  Sulut 74, Papua Barat 70,  Sulawesi Barat 68 kasus, Lampung 66, Jambi 65. Berikutnya wilayah Maluku Utara sebanyak 54 kasus, Maluku 50 kasus, Bengkulu 40, Kepulauan Bangka Belitung 49, Gorontalo 19, Aceh 17 dan NTT 16 kasus. O son

 

 

 

Berita Lainnya
Kamis, 30 Juli 2020
Rabu, 29 Juli 2020
Selasa, 28 Juli 2020
Senin, 27 Juli 2020
Minggu, 26 Juli 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Jumat, 24 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020