Jumat, 15 Mei 2020 16:13:59

Pejabat Ngaco Bila Relaksasi PSBB, Pasien Positif 16.496 Sembuh 3.803 Meninggal 1.076

Pejabat Ngaco Bila Relaksasi PSBB, Pasien Positif 16.496 Sembuh 3.803 Meninggal 1.076

Beritabatavia.com - Berita tentang Pejabat Ngaco Bila Relaksasi PSBB, Pasien Positif 16.496 Sembuh 3.803 Meninggal 1.076

Relaksasi atau pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinilai aneh dan terlalu dini. Karena membuka peluang penyebaran dan ...

Pejabat Ngaco Bila Relaksasi PSBB, Pasien Positif 16.496 Sembuh 3.803 Meninggal 1.076 Ist.
Beritabatavia.com -

Relaksasi atau pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinilai aneh dan terlalu dini. Karena membuka peluang penyebaran dan penularan semakin  meluas. Sehingga membahayakan keselamatan jiwa masyarakat. Seharusnya, pembahasan relaksasi setelah target minimal testing 10 ribu perhari  sudah tercapai.

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono, mengatakan, belum waktunya bicara soal relaksasi atau pelonggaran PSBB, bahkan masih jauh. Karena belum memenuhi persyaratan untuk relaksasi, terutama soal testing yang belum tercapai sesuai target. Apabila protokol kesehatan dilaksanakan dengan maksimal, relaksasi baru bisa dibahas pada Agustus. Itupun hanya pada aktivitas yang tidak terkait dengan pelayanan publik dan tetap menerapkan protokol Kesehatan dengan ketat.

Sementara, ekonom Faisal Basri, mengatakan, kita bisa melakukan recovery ekonomi, tetapi orang meninggal tidak mungkin. Maka pemerintah lebih baik focus penanganan covid-19 dan tidak terlalu mempertimbakan soal ekonomi. Sebab, ekonomi justru akan  semakin memburuk apabila penanganan covid-19 tidak efektif.  Menurutnya, ekonomi akan membaik pasca wabah virus corona atau covid-19.
Faisal juga meminta agar para pejabat jangan ngaco, kalau tidak ngerti covid-19 supaya berhenti bicara.
“Saya mendukung sepenuhnya, test massal dan cepat menjadi prioritas,” kata Faisal Basri.

Ketua tim pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Wiku Adisasmito, setuju bila PSBB dan testing, pressing, resolution dan treatmen lebih ditingkatkan. Menurutnya, testing massal itu untuk mengetahui kekuatan virus corona yang sedang kita perangi. Sehingga kebijakan dan tindakan yang dilakukan efektif.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, PSBB dan larangan mudik, serta imbauan  stay at home, work from home, sosial distancing dan physical distancing maupun menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun, adalah upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19. Sedangkan semua aktivitas yang dilarang sesuai PSBB, harus ditutup.
“Anjuran dan imbauan serta kebijakan pemerintah tersebut merupakan persyaratan mutlak agar terhindar dari penularan covid-19. Maka laksanakan dengan kesadaran dan displin yang ketat,” kata Achmad Yurianto, Jumat  (15/5).

Menurutnya, kebijakan dan imbauan serta upaya pemerintah  meningkatkan intervensi dan ketegasan dalam melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19, akan efektif. Bila disertai kesadaran dan displin masyarakat menaati dan melaksanakan  imbauan yang telah disampaikan pemerintah.  

Up date covid-19 DKI

Achmad Yurianto berharap, PSBB yang telah dilaksanakan di wilayah DKI sejak 10 April 2020 dan disusul wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya, terus dimaksimalkan. Supaya penyebaran dan penularan virus corona tidak terus bertambah dari hari ke hari.
Seperti up date informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI yang berdasarkan data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, Jumat 15 Mei 2020. Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif virus covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 62 orang sehingga jumlah total menjadi 5.679 orang.
Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 7 orang sehingga jumlah totalnya  sebanyak 1.286 orang.  Pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 8 orang maka jumlah totalnya 474 orang. Sementara   pasien yang dirawat bertambah 23 orang sehingga jumlahnya menjadi 1.900 orang. Sedangkan jumlah yang melakukan isolasi mandiri bertambah 24 orang maka jumlah totalnya menjadi 2.019 orang.

Up date Covid-19 Nasional

Achmad Yurianto memastikan, Pemerintah melalui kementerian dan Lembaga serta berbagai pihak yang dikordinasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terus bekerja keras. Kendati peningkatan jumlah yang tertular terjadi setiap hari. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga pada Jumat 15 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.
Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 secara nasional bertambah 490 orang sehingga jumlah total sebanyak 16.496 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 235 orang maka jumlah total menjadi 3.803 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 33 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 1.076 orang.
Achmad Yurianto mengingatkan, peningkatan jumlah pasien yang tertular dan wilayah penyebaran terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah.

“Tidak keluar rumah dan tidak mudik adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Jumat (15/5).
Dia memastikan, penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah.  Berbagai upaya dilakukan seperti  test real time specimen lebih dari 178 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC). Serta berupaya mencapai target pemeriksaan sampel sebanyak 10 ribu per hari.
Kemudian meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 89 laboratorium berada di berbagai wilayah Indonesia. Membatasi kunjungan orang ke rumah sakit, dengan membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Diharapkan, kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan serta mendapatkan data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing yang efisien dan efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

Up date virus Covid-19 di 34 Provinsi

Sementara, up date informasi dari 34 wilayah provinsi berdasarkan data  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Kamis 14 Mei 2020. Tercatat jumlah kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah DKI Jakarta sebanyak 5.688 kasus disusul Jatim 1.863, Jabar 1.565, Jateng 1.066 dan Sulsel 840 serta Banten 593 kasus.

Kemudian di wilayah NTB sebanyak 350 kasus,  Bali 337, Papua 332, Sumbar 371, Sumatera Selatan 441, Kalsel 294 kasus dan Kaltim 238 kasus. Lalu wilayah Kalimantan Tengah sebanyak 223 kasus,  Sumut 202, DIY 185, Kalimantan Utara 138 , Kalbar 129 dan Kepri 111 kasus.
Sedangkan wilayah Sulawesi Tenggara sebanyak 166 kasus, Sulawesi Tengah 111 kasus, Riau 94 kasus,  Sulut 83, Maluku Utara 81, Sulawesi Barat 74 kasus, Papua Barat 88,  Lampung 66, Jambi 66. Berikutnya wilayah Maluku sebanyak 62 kasus, Bengkulu 42, Kepulauan Bangka Belitung 29, Gorontalo 21, NTT 19 dan Aceh 17 kasus. O son

Berita Lainnya
Selasa, 20 Oktober 2020
Senin, 19 Oktober 2020
Minggu, 18 Oktober 2020
Sabtu, 17 Oktober 2020
Jumat, 16 Oktober 2020
Kamis, 15 Oktober 2020
Rabu, 14 Oktober 2020
Selasa, 13 Oktober 2020
Senin, 12 Oktober 2020
Minggu, 11 Oktober 2020
Sabtu, 10 Oktober 2020
Jumat, 09 Oktober 2020