Kamis, 21 Mei 2020 15:52:26

Protokol Kesehatan di Wisma Atlet Buruk, Pasien Positif 20.162 Sembuh 4.838 Meninggal 1.278

Protokol Kesehatan di Wisma Atlet Buruk, Pasien Positif 20.162 Sembuh 4.838 Meninggal 1.278

Beritabatavia.com - Berita tentang Protokol Kesehatan di Wisma Atlet Buruk, Pasien Positif 20.162 Sembuh 4.838 Meninggal 1.278

Sikap dan perilaku yang displin dan taat terhadap ketentuan serta protokol kesehatan,  wajib dimiliki saat berperang melawan wabah virus ...

Protokol Kesehatan di Wisma Atlet Buruk,  Pasien Positif 20.162 Sembuh 4.838 Meninggal 1.278 Ist.
Beritabatavia.com -

Sikap dan perilaku yang displin dan taat terhadap ketentuan serta protokol kesehatan,  wajib dimiliki saat berperang melawan wabah virus corona atau covid-19. Sayangnya, segala bentuk ketidakdisplinan dan pengabaian masih terjadi di tengah pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik.  
Perilaku tidak displin dan abai tentang protokol Kesehatan serta sosial distancing dan physical distancing bukan saja terjadi hanya di tempat umum maupun pusat perbelajaan. Tetapi juga terjadi di Wisma Atlet Kemayoran yang dijadikan pusat pengendalian covid-19. Sehingga keselamatan ratusan warga yang diisolir saat tiba dari luar negeri mengaku  terancam setelah dibawa ke wisma atlet Kemayoran.

Setelah turun di  Bandara Soetta, mereka langsung diangkut ke wisma atlet Kemayoran. Mereka mengaku terjebak dan menyesal pulang ke tanah air. Apabila sebelumnya memperoleh informasi, warga akan memilih tetap tinggal di Eropa atau  kota tempat mereka tinggal sejak beberapa waktu lalu yang jauh lebih aman dan nyaman. Sebab, di  wisma Atlet justru terancam karena hak untuk makan dan jaga jarak sulit diperoleh.

Seharusnya, pengambil keputusan mengetahui detail segala bentuk yang potensi membahayakan sedang berlangsung di wisma Atlet Kemayoran. Warga meminta lebih baik dilepas, apabila tidak ada perubahan system. Karena di luar wisma atlet masih punya ruang yang luas untuk jaga jarak, menjaga diri dan orang lain. Jangan sampai wisma Atlet Kemayoran yang digunakan sebagai pusat pengendalian berubah menjadi pusat penularan covid-19.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto menegaskan, PSBB dan larangan mudik, serta imbauan  stay at home, work from home, sosial distancing dan physical distancing maupun wajib menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun, adalah upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

 “Anjuran dan imbauan serta kebijakan pemerintah tersebut merupakan persyaratan mutlak agar terhindar dari penularan covid-19. Maka laksanakan dengan kesadaran dan displin yang ketat,” kata Achmad Yurianto, Kamis (21/5). Semua upaya akan maksimal dan efektif, bila disertai kesadaran dan kedisplinan semua pihak melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19, tambahnya.

Up date covid-19 DKI

Achmad Yurianto meminta , PSBB yang  dilaksanakan di wilayah DKI sejak 10 April 2020 dan disusul wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya, terus dimaksimalkan. Supaya penyebaran dan penularan virus corona tidak terus bertambah dari hari ke hari.

Seperti up date informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI yang berdasarkan data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, Kamis 21 Mei 2020. Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif virus covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 70 orang sehingga jumlah total menjadi 6.220 orang.
Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 111 orang dan jumlah totalnya  sebanyak 1.536 orang.  Pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 5 orang maka jumlah totalnya 498 orang. Sementara   pasien yang dirawat berkurang 14 orang sehingga jumlahnya menjadi 1.955 orang. Begitu juga jumlah yang melakukan isolasi mandiri berkurang 32 orang maka jumlah totalnya menjadi 2.231 orang.

Up date Covid-19 Nasional

Menurut Achmad Yurianto, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta berbagai pihak yang dikordinasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terus bekerja keras. Meskipun setiap hari wilayah penyebaran dan jumlah penularan semakin bertambah. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga pada Kamis 21 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.
Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 secara nasional bertambah 973 orang sehingga jumlah total sebanyak 20.162 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah  263 orang maka jumlah total menjadi 4.838 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 36 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 1.278 orang.

Achmad Yurianto mengingatkan, peningkatan jumlah yang tertular dan wilayah penyebaran yang semakin meluas, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbauan dan anjuran pemerintah.

“Tidak keluar rumah dan tidak mudik adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Kamis (21/5).

Dia memastikan, penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah.  Berbagai upaya telah dilakukan seperti  test real time specimen lebih dari 219 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC) di 66 laboratorium dan Test Cepat Molekuler (TCM) di 10 laboratorium. Serta berupaya mencapai target pemeriksaan sampel sebanyak 10 ribu per hari. Kemudian membatasi kunjungan orang ke rumah sakit, dengan membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Up date virus Covid-19 di 34 Provinsi

Sayangnya, kerja keras pemerintah belum berdampak signifikan untuk mencegah penyebaran dan penularan covid-19. Seperti up date informasi berdasarkan data  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diambil dari 389 kota dan Kabupaten di 34 wilayah provinsi hingga Kamis 21 Mei 2020 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah DKI Jakarta sebanyak 6.236 kasus disusul Jatim 2.496, Jabar 1.876, Jateng 1.192 dan Sulsel 1.101 serta Banten 699 kasus.
Kemudian di wilayah Sumatera Selatan sebanyak 646 kasus, Kalsel 547, Sumbar 428, Papua 409,  NTB 393, Bali 371, Kaltim 264, Sumut 250, Kalimantan Tengah 241, DIY 209, Sulawesi Tenggara 202 kasus.
Sedangkan wilayah Kalimantan Utara sebanyak 160 kasus, Sulawesi Utara 152, Kepri 140, Kalbar 132, Maluku 124, Sulteng 115,  Riau 107 dan Papua Barat 106 kasus.
Berikutnya wilayah Maluku Utara sebanyak 96 kasus, Jambi 89, Lampung 85,  Sulawesi Barat 78, NTT 76, Bengkulu 67, Kepulauan Bangka Belitung 35, Gorontalo 28 dan Aceh 18 kasus. O son

Berita Lainnya
Kamis, 06 Agustus 2020
Rabu, 05 Agustus 2020
Selasa, 04 Agustus 2020
Senin, 03 Agustus 2020
Senin, 03 Agustus 2020
Minggu, 02 Agustus 2020
Sabtu, 01 Agustus 2020
Jumat, 31 Juli 2020
Kamis, 30 Juli 2020
Rabu, 29 Juli 2020
Selasa, 28 Juli 2020
Senin, 27 Juli 2020