Sabtu, 30 Mei 2020 16:07:44

Jangan Buru-Buru Terapkan New Normal, Pasien Positif 25.773 Sembuh 7.015 Meninggal 1.573

Jangan Buru-Buru Terapkan New Normal, Pasien Positif 25.773 Sembuh 7.015 Meninggal 1.573

Beritabatavia.com - Berita tentang Jangan Buru-Buru Terapkan New Normal, Pasien Positif 25.773 Sembuh 7.015 Meninggal 1.573

Jelang penerapan new normal atau tata kehidupan baru ditengah pandemi virus corona covid-19, berbagai pihak meragukan kesiapan lantaran belum ...

Jangan Buru-Buru Terapkan New Normal,  Pasien Positif 25.773 Sembuh 7.015 Meninggal 1.573 Ist.
Beritabatavia.com -

Jelang penerapan new normal atau tata kehidupan baru ditengah pandemi virus corona covid-19, berbagai pihak meragukan kesiapan lantaran belum waktunya. Selain belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan World Health Organization (WHO) atau badan kesehatan dunia, kesiapan kita secara keseluruhan juga belum saatnya untuk menjalani new normal.

Dicky Budiman, Epidemiologi Graffith University, sangat menyayangkan bila dalam waktu dekat Indonesia menerapkan new normal. Sebab new normal dapat dilakukan bila telah melewati kurva puncak epidemi. Sementara Indonesia masih berada di fase pertama yang kemungkinan akan melewati fase ke dua hingga ke tiga. Lebih baik focus menekan penyebaran dan penuluran dengan memperketat PSBB. Sekaligus upaya agar potensi terjadinya gelombang kedua dapat diantisipasi.  
Sementara dosen FKM UI, Iwan Ariawan mengatakan persentasi jumlah masyarakat yang tetap berada di rumah masih lebih kecil dari orang yang beraktivitas di luar rumah. Padahal beraktifitas dari rumah sangat menentukan hasil dari upaya yang dilakukan untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19. Dalam kondisi seperti saat ini, tentu perlu dikaji lebih komfrehensif sebelum new normal diterapkan.

Tidak berbeda jauh dengan Netty Prasetiyani anggota komisi IX DPR RI. Menurutnya, pemerintah belum maksimal menjalankan skenario kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat. Sehingga belum terbangun kesadaran dan kepatuhan serta partisipasi yang tinggi. Maka, sulit menjelaskan apa indikasi yang dapat digunakan sebagai landasan untuk menerapkan new normal. Hendaknya pemerintah jangan terburu-buru melakukan new normal. Sebab penyebaran dan penularan masih terus terjadi di berbagai wilayah seperti di DKI Jakarta.

Up date covid-19 DKI

Berdasarkan laporan dari fasilitas Kesehatan yang diperoleh dari 260 kelurahan wilayah DKI Jakarta dan telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI,Sabtu 30 Mei 2020.

Pasien Positif + 98  = total 7.151 orang
Pasien Sembuh + 196 = total 2003 orang
Pasien Meninggal + 2 = total 519 orang
Dirawat              - 159 = total 1.848 orang
Isolasi mandiri + 59 = total  2.781 orang

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19,Achmad Yurianto menegaskan, PSBB dan sosial distancing serta physical distancing maupun wajib menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun, adalah upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

 “Anjuran tersebut merupakan persyaratan mutlak agar terhindar dari penularan covid-19. Maka laksanakan dengan displin yang tinggi,” kata Achmad Yurianto, Sabtu (30/5).

Up date Covid-19 Nasional

Sementara update informasi secara nasional berdasarkan data yang dikumpulkan  Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 dari rumah sakit yang menangani covid-19 di 414 kota/Kabupaten wilayah Indonesia, hingga Sabtu 30 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.

Pasien positif + 557    = total 25.773 orang.
Pasien sembuh + 523  = total  7.015 orang.
Pasien meninggal + 53 = total 1.573 orang.

Up date virus Covid-19 di 34 Provinsi

Sedangkan up date informasi berdasarkan data  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diperoleh dari 34 provinsi di tanah air,  hingga Sabtu 30 Mei 2020 pukul 12.00 Wib.  Tercatat, jumlah total kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 di :

DKI Jakarta  = 7.128 kasus - Jatim   = 4.414 kasus - Jabar =  2.211 kasus - Sulsel = 1.468 kasus - Jateng = 1.350 kasus – Sumsel =  953 kasus -  Banten  = 845 kasus - Kalsel   = 893 kasus - Papua  = 640 kasus - Sumbar = 541 kasus -  NTB = 590 kasus - Bali  = 443 kasus -  Kalteng = 367 kasus  - Sumut  = 400 kasus – Kaltim = 285 kasus  - Sulawesi Utara = 306 kasus – DIY = 230 kasus - Sulawesi Tenggara= 241 kasus - Kalbar = 184 kasus - Kalimantan Utara = 165 kasus – Maluku= 215 kasus – Kepri = 178 kasus - Papua Barat = 152 kasus  - Sulawesi Tengah = 126 kasus – Maluku Utara  = 139 kasus - Lampung   = 131 kasus – Riau  = 117 kasus - Jambi = 97 kasus - Sulawesi Barat   =  88 kasus - NTT  = 90 kasus - Bengkulu   = 72 kasus - Gorontalo = 68 kasus - Bangka Belitung  = 42 kasus - Aceh    = 20 kasus.

Achmad Yurianto mengingatkan, peningkatan penyebaran dan penularan yang masih terus terjadi, hendaknya membuat semua pihak tetap waspada dan displin melaksanakan protokol kesehatan.

“Tidak keluar rumah dan melaksanakan protokol kesehatan adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Sabtu  (30/5).

Achmad Yurianto memastikan, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tetap memprioritaskan penanganan wabah corona. Berbagai upaya telah dilakukan seperti  test real time specimen dengan jumlah total lebih dari 311 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC) dan Test Cepat Molekuler (TCM).  

Kemudian membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membatasi kunjungan orang ke rumah sakit.  
Tetapi, kata Achmad Yurianto,  upaya yang dilakukan pemerintah akan maksimal dan efektif, bila semua pihak taat dan displin melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19. O son

 

Berita Lainnya
Jumat, 13 November 2020
Kamis, 12 November 2020
Rabu, 11 November 2020
Selasa, 10 November 2020
Senin, 09 November 2020
Minggu, 08 November 2020
Sabtu, 07 November 2020
Jumat, 06 November 2020
Kamis, 05 November 2020
Rabu, 04 November 2020
Selasa, 03 November 2020
Senin, 02 November 2020