Minggu, 31 Mei 2020 15:59:08

Risiko New Normal saat Turbulensi, Pasien Positif 26.473 Sembuh 7.308 Meninggal 1.613

Risiko New Normal saat Turbulensi, Pasien Positif 26.473 Sembuh 7.308 Meninggal 1.613

Beritabatavia.com - Berita tentang Risiko New Normal saat Turbulensi, Pasien Positif 26.473 Sembuh 7.308 Meninggal 1.613

Dinilai belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan World Health Organization (WHO) atau badan kesehatan dunia.  Rencana penerapan new normal ...

Risiko New Normal saat Turbulensi,  Pasien Positif 26.473 Sembuh 7.308 Meninggal 1.613 Ist.
Beritabatavia.com -

Dinilai belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan World Health Organization (WHO) atau badan kesehatan dunia.  Rencana penerapan new normal memicu kekhawatiran masyarakat dan para orang tua yang anaknya akan beraktivitas di sekolah.

Sikap hati-hati untuk menerapkan new normal juga disampaikan Prof Idrus A Paturusi, dokter  spesialis bedah tulang yang sempat dirawat karena tertular virus covid-19.

Menurut Prof Idrus, saat ini kita sedang dalam kondisi turbulensi virus corona atau covid-19. Sebaiknya setiap orang harus tetap berada di rumah dan menggunakan sabuk pengaman. Dia mengingatkan, new normal tidak serta merta bebas beraktivitas seperti sebelum wabah covid-19. Semua aktivitas harus disertai dengan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

Prof Idrus A Puturusi mengingatkan risiko bila new normal diterapkan ditengah masyarakat yang displinnya masih sangat rendah. Tetapi dia berharap tetap waspada terjadi gelombang kedua, sebab kita belum melampaui puncak kurva epidemi.  

Apakah kita sudah siap menerapkan new normal dengan protokol kesehatan ditengah pandemic covid-19, tergantung kedisplinan masyarakat dan kemampuan pemerintah mengendalikannya.  Bila tidak, maka daya tampung dan fasilitas rumah sakit serta kesiapan para medis menjadi taruhannya. Sebab, jumlah yang tertular  meningkat drastis melebihi saat ini.

Up date covid-19 DKI

Berdasarkan laporan dari fasilitas Kesehatan yang diperoleh dari 260 kelurahan wilayah DKI Jakarta dan telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, Minggu 31 Mei 2020.

Pasien Positif + 121  = total 7.272 orang
Pasien Sembuh + 99 = total 2.102 orang
Pasien Meninggal + 1 = total 520 orang
Dirawat              - 25 = total 1.823 orang
Isolasi mandiri + 46 = total  2.827 orang

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19,Achmad Yurianto menegaskan, PSBB dan sosial distancing serta physical distancing maupun wajib menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun, adalah upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

 “Anjuran tersebut merupakan persyaratan mutlak agar terhindar dari penularan covid-19. Maka laksanakan dengan displin yang tinggi,” kata Achmad Yurianto, Minggu (31/5).

Up date Covid-19 Nasional

Sementara update informasi secara nasional berdasarkan data yang dikumpulkan  Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 dari rumah sakit yang menangani covid-19 di 416 kota/Kabupaten wilayah Indonesia, hingga Minggu 31 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.

Pasien positif + 700    = total 26.473 orang.
Pasien sembuh + 293  = total  7.308 orang.
Pasien meninggal + 40 = total 1.613 orang.

Up date virus Covid-19 di 34 Provinsi

Sedangkan up date informasi berdasarkan data  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diperoleh dari 34 provinsi di tanah air,  hingga Minggu 31 Mei 2020 pukul 12.00 Wib.  Tercatat, jumlah total kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 di :

DKI Jakarta  = 7.229 kasus - Jatim   = 4.613 kasus - Jabar =  2.231 kasus - Sulsel = 1.510 kasus - Jateng = 1.366 kasus – Sumsel =  963 kasus -  Banten  = 858 kasus - Kalsel   = 893 kasus - Papua  = 658 kasus - Sumbar = 552 kasus -  NTB = 594 kasus - Bali  = 455 kasus -  Kalteng = 398 kasus  - Sumut  = 406 kasus – Kaltim = 291 kasus  - Sulawesi Utara = 322 kasus – DIY = 233 kasus - Sulawesi Tenggara= 241 kasus - Kalbar = 184 kasus - Kalimantan Utara = 165 kasus – Maluku= 215 kasus – Kepri = 196 kasus - Papua Barat = 162 kasus  - Sulawesi Tengah = 126 kasus – Maluku Utara  = 146 kasus - Lampung   = 132 kasus – Riau  = 117 kasus - Jambi = 97 kasus - Sulawesi Barat   =  88 kasus - NTT  = 91 kasus - Bengkulu   = 86 kasus - Gorontalo = 69 kasus - Bangka Belitung  = 45 kasus - Aceh    = 20 kasus.

Achmad Yurianto mengingatkan, peningkatan penyebaran dan penularan yang masih terus terjadi, hendaknya membuat semua pihak tetap waspada dan displin melaksanakan protokol kesehatan.

“Tidak keluar rumah dan melaksanakan protokol kesehatan adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Minggu (31/5).

Achmad Yurianto memastikan, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tetap memprioritaskan penanganan wabah corona. Berbagai upaya telah dilakukan seperti  test real time specimen dengan jumlah total lebih dari 323 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC) dan Test Cepat Molekuler (TCM).  
Kemudian membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membatasi kunjungan orang ke rumah sakit.  
Tetapi, kata Achmad Yurianto,  upaya yang dilakukan pemerintah akan maksimal dan efektif, bila semua pihak taat dan displin melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19. O son

 

Berita Lainnya
Selasa, 23 Juni 2020
Senin, 22 Juni 2020
Minggu, 21 Juni 2020
Sabtu, 20 Juni 2020
Jumat, 19 Juni 2020
Kamis, 18 Juni 2020
Rabu, 17 Juni 2020
Selasa, 16 Juni 2020
Senin, 15 Juni 2020
Minggu, 14 Juni 2020
Sabtu, 13 Juni 2020
Jumat, 12 Juni 2020