Minggu, 05 Juli 2020 21:07:04

Kuasa & Kewenangan Jangan Menafikan Esensi Lalu Lintas

Kuasa & Kewenangan Jangan Menafikan Esensi Lalu Lintas

Beritabatavia.com - Berita tentang Kuasa & Kewenangan Jangan Menafikan Esensi Lalu Lintas

Bila pemahaman lalu lintas (Lantas) hanya sebatas pragmatis yaitu soal gerak pindah semata. Maka upaya menjadikan lalu lintas menjadi arena ...

Kuasa & Kewenangan Jangan Menafikan Esensi Lalu Lintas Ist.
Beritabatavia.com -

Bila pemahaman lalu lintas (Lantas) hanya sebatas pragmatis yaitu soal gerak pindah semata. Maka upaya menjadikan lalu lintas menjadi arena konflik perebutan kuasa dan kewenangan akan terus terjadi. Beragam issu akan terus digulirkan, dari mulai issu regulator, operator sampai dana preservasi jalan atau sistem pengawasan dan pertanggungjawaban. Disusul dengan issu modernisasi sistem data informasi komando kendali hingga sepeda motor sebagai angkutan umum. Tidak hanya itu, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi juga skenario yang akan terus dilakukan, kendati tak pernah berujung kemenangan.  

Keinginan untuk mendapatkan kuasa dan kewenangan serta isu dana dan sumberdaya akhirnya menafikan dan mengalahkan esensi lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan dan keselamatan bagi manusia sebagai aset utama.
Lalu lintas sebagai urat nadi dan budaya bangsa semestinya mulai dipikirkan dalam beberapa pendekatan sebagai paradigma antara lain:

1. Secara filosofis
Dilihat esensinya apa mengapa dan bagaimana menata mengatur memberdayakan dan menyelesaikan masalah dan juga sebagai power sharing serta memberikan pelayanan kepada publik secara prima yang anti korupsi, reformasi birokrasi dan dinamis.  Pendekatan secara filosofis, menunjukkan bahwa lalu lintas merupakan:
a. urat nadi kehidupan
b. Refleksi budaya bangsa
c. Cermin tingkat modernitas

2. Pendekatan Geo politik dan geostrategis
Konteks ini menunjukkan bahwa lalu lintas merupakan unsur pemersatu bangsa dalam mewujudkan dan menjaga kedaulatan, ketahanan, daya tangkal maupun daya saing bangsa.
Mengingat bahwa
a. NKRI merupakan negara kepulauan yang terpisah-pisah dan disatukan melalui diantarnya dengan lalu lintas.
b. NKRI negara majemuk yang memiliki potensi konflik sosial yang sangat besar bahkan sparatismepun bisa terjadi. Untuk persatuan kesatuan solidaritas sosial salah satunya juga melalui lalu lintas.
c. NKRI sebagai negara yang rawan bencana dimana untuk penanganan hal-hal yang bersifat emergensi maupun kontijensi salah satunya juga melalui lalu lintas.

3. Pendekatan globalisasi yang membuka labirin skat ruang dan waktu dengan adanya program BRI belt road inisiative, pasar bebas, konflik dagang China-Amerika, perlu  pengelolaan lalu lintas yang mampu mewujudkan sistem-sistem keamanan keselamatan ketertiban dan kelancarannya sebagai urat nadi kehidupan yang mampu menghadapi bertahan dan bersaing.

4. Pendekatan sosiologis, yaitu lalu lintas dapat berfungsi mendukung produktifitas masyarakat dalam berbagai aktifitasnya sehingga mampu bertahan untuk hidup tumbuh dan berkembang. Sistem-sistem distribusi sumberdaya dan layanan bagi aktivitas masyarakat untuk dapat bertahan hidup tumbuh dan berkembang melalui sistem-sistem yang mendukung produktifitas dan tidak kontra produktif.

5. Pendekatan pelayanan publik, di dalam mengelola atau memanage lalu lintas adalah untum memberikan pelayanan di bidang :
a. Keamanan
b. Keselamatan
c. Hukum
d. Administrasi
e. Informasi dan
f. Kemanusiaan.
Mampu menunjukkan sistem pelayanan yang cepat tepat akurat transparan akuntabel informatif dan mudah diakses

6. Pendekatan secara yuridis, pengelolaan lalu lintas berbasis pada supremasi hukum dan upaya penegakkan hukumnya adalah untuk:
a. Penyelesaian masalah atau konflik secara beradab
b. Pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan kemacetan dan berbagai masalah lalu lintas lainnya
c. Perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada korban dan pencari keadilan
d. Membangun budaya patuh hukum atau budaya tertib
e. Agar ada kepastian
d. Untuk edukasi

lalulintas

foto:Patuhi Lalu Lintas

7. Pendekatan perubahan sosial dan modernisasi.
Mengingat dan juga melihat perubahan di bidang informasi dan teknologi yang begitu cepat sehingga pengelolaan lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan tidak lagi sebatas cara-cara manual parsial maupun konvensional sehingga diperlukan sistem yang modern. Tatkala memikirkan sistem yang modern maka penanganan lalu luntas ini hendaknya berbasia pada sistem elektronik atau berbasis IT. Yang dapat dikembangkan untuk sistem data dan informasi yang mendukung fungsi operasional, penegakkan hukum mauoun fungsi pelayanan kepada publik.

8. Pendekatan operasional maupun fungsional, pengelolaan lalu lintas mampu mengcover atau mendukung point 1 sd 7 tersebut di atas secara profesional cerdas bermoral dan modern

Penyusunan atau pengaturan penataan pengelolaan lalu lintas untuk mewujudkan lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan, refleksi budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas mampu diwujudkan:
1. Lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar
2. Meningkatnya kualitas keselamatan dan menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan
3. Terbangunnya budaya tertib berlalu lintas
4. Memberikan pelayanan di bidang LLLAJ yang prima

Tatkala paridgma yang digunakan masih pragmatis dan perebutan kekuasaan kewenagan maka lalu lintas akan menjadi ladang adu kuasa dan adu cokol politik yang mengabaikan apa yang menjadi amanat konstitusi dan mengabaikan keselamatan manusia sebagai aset utama bangsa. Adu kepentingan dengan berbagai issu yang lagi-lagi aman selamat tertib dan lancarnya hanya sampiran dan sampingan. O Brigjen Polisi DR. Chrysnanda Dwi Laksana

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 21 April 2020
Selasa, 31 Maret 2020
Rabu, 15 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Sabtu, 02 November 2019
Jumat, 25 Oktober 2019
Rabu, 21 Agustus 2019
Selasa, 07 Mei 2019
Selasa, 07 Mei 2019