Rabu, 12 Agustus 2020 10:25:33

Setelah Serobot Lahan Petinggi PT Kideco Menantang Perang

Setelah Serobot Lahan Petinggi PT Kideco Menantang Perang

Beritabatavia.com - Berita tentang Setelah Serobot Lahan Petinggi PT Kideco Menantang Perang

Pemerhati dan pelaku usaha dibidang pertambangan batubara, menyesalkan sikap arogan petinggi PT KJA yang menantang untuk perang, lantaran ...

Setelah Serobot Lahan Petinggi PT Kideco Menantang Perang Ist.
Beritabatavia.com -

Pemerhati dan pelaku usaha dibidang pertambangan batubara, menyesalkan sikap arogan petinggi PT KJA yang menantang untuk perang, lantaran diingatkan supaya menghentikan kegiatan hauling (mengangkut) hasil produksinya yang melintasi area PT Batubara Selaras Sapta (BSS). Aktivitas PT KJA tanpa izin dan sudah berlangsung cukup lama, disebut sebagai bentuk  pelanggaran aturan maupun etika.

Kabar tentang sikap arogan dan perbuatan melanggar hukum yang diduga dilakukan PT KJA bermula dari sepucuk surat yang dilayangkan Direktur legal PT Batubara Selaras Sapta (BSS) kepada Kurnia Ariawan selaku CEO PT Kideco Jaya Agung (KJA) pada 13 Juli 2020 lalu.

Surat bernomor 01/BSS-Dir-Legal/VII/2020 tentang pemberitahuan larangan memasuki area perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) PT BSS. Dalam surat tersebut dijelaskan,berdasarkan hasil survey lapangan dan pengambilan titik kordinat, PT BSS menemukan adanya kegiatan hauling oleh PT KJA yang melintasi area PKP2B PT BSS sesuai surat keputusan kementerian ESDM Cq Direktorat Jenderal Minerba dan Batubara nomor 233.K/30/DJB/2019. Kemudian berdasarkan survey data dan peta, PT BSS menemukan praktik pelanggaran hukum yang dilakukan secara sengaja oleh PT KJA yaitu melakukan  aktivitas tanpa izin di areal yang dikuasai oleh PT BSS. Pihak PT BSS meminta agar PT KJA menghentikan kegiatan hauling, agar tidak menimbulkan dampak hukum.

Sayangnya, surat PT BSS ditanggapi dengan dingin oleh pihak PT KJA. Surat balasan bernomor KJJ.206/Leg.017/VII tertanggal 30 Junli 2020 yang ditanda tangani  Dian Paramita sebagai Direktur PT Kideco Jaya Agung menyebut PT KJA adalah pihak yang sah atas penguasaan bidang tanah dan pemanfaatan untuk sarana pengangkutan jalan(hauling)untuk menunjang kegiatan pertambangan. Dian Paramita juga menunjuk PKP2B PT KJA jo Peraturan Menteri keuangan No 233/PMK.05/2016 menyebut terhadap semua asset yang dimiliki oleh PT KJA termasuk sarana pengangkutan (hauling) adalah barang milik negara.

Namun,pihak PT KJA mengundang PT BSS agar datang Senin 10 Agustus 2020 pagi pukul 09.00 WIB untuk membahas secara detail di meeting room besar Satrio tower lantai 16 Mega Kuningan Jln Prof Dr Satrio Kav.1-4 blok C4 Jakarta Selatan.

pertambangan

Foto : sumber website PT Kideco Jaya Agung

Dalam pertemuan tersebut hadir Johanes alias Ipung yang mengaku sebagai vice presdir PT Kideco Jaya Agung dan Dian direktur legal. Sedangkan pihak PT BSS Denny dirlegal dan Juwita. Tetapi dalam pertemuan itu, justru Johannes alias Ipung bersikap seperti preman dan sangat arogan seraya melakukan intimidasi dengan mengucapkan " Kalau saya merasa terganggu, saya lebih memilih perang," kata Johanes dalam pertemuan itu. Akibat sikap arogan petinggi PT KJA itu, pihak PT BSS akhirnya keluar meninggalkan ruang pertemuan yang hanya berlangsung selama 15 menit.

Ditengah sikap arogan petinggi PT KJA, pemilik PT BSS mendapat informasi lewat telepon ihwal kedatangan Dirut PT KJA menemui ketua suku adat Paser untuk meminta dukungan dari warga. Padahal, PT Kideco Jaya Agung perusahaan tambang yang meraih penghargaan Proper nasional peringkat hijau dan pada 2014 volume produksi batubaranya sudah mencapai 40 juta ton.Bahkan pesan CEO yang dimuat dalam website resmi PT Kideco Jaya Agung, mengklaim,berdiri sejak 1982 adalah perusahaan yang  bergerak dibidang pertambangan menjadi perusahaan energi terbaik dan terkemuka di Indonesia. Semestinya, keberhasilan harus disertai dengan proses legal dan taat aturan maupun etika. 0 son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 06 Agustus 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020