Rabu, 14 Oktober 2020 10:39:58

IPW : Penangkapan Syahganda Yang ke 5 Untuk Uji Nyali Gatot Nurmantio

IPW : Penangkapan Syahganda Yang ke 5 Untuk Uji Nyali Gatot Nurmantio

Beritabatavia.com - Berita tentang IPW : Penangkapan Syahganda Yang ke 5 Untuk Uji Nyali Gatot Nurmantio

Indonesia Police Watch (IPW) mengingatkan, sejatinya, penegakan hukum untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat,  sehingga harus ...

IPW : Penangkapan Syahganda Yang ke 5 Untuk Uji Nyali Gatot Nurmantio Ist.
Beritabatavia.com -

Indonesia Police Watch (IPW) mengingatkan, sejatinya, penegakan hukum untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat,  sehingga harus memberikan rasa keadilan dan kepastian. Bukan menjadikan hukum sebagai arena bermanuver atau alat untuk meredam lawan-lawan politik maupun pihak-pihak yang menyampaikan aspirasi yang tidak sesuai dengan keinginan penguasa.

Ketua Presidium IPW, Neta Pane, mengatakan, selama rejim Jokowi berkuasa, penangkapan petinggi KAMI kemarin adalah penangkapan aktivis kritis yang kelima kalinya. Empat penangkapan terdahulu dengan tuduhan makar. Tapi akhirnya semua tertuduh dibebaskan. Kasusnya tidak sampai dilanjutkan ke pengadilan. Padahal tuduhannya sangat serius, yakni makar.
"Tapi kok tidak lanjut ke pengadilan. Sebab rejim Jokowi pun tidak yakin dengan tuduhan makarnya, sehingga setelah ditahan beberapa Minggu para aktivis kritis tersebut dibebaskan semuanya. Jadi tiga penangkapan terdahulu yang dilakukan rejim Jokowi hanyalah sekadar teraphi kejut buat para aktivis kritis dan buat proses demokrasi," kata Neta dalam siaran persnya, Rabu (14/10).

Neta Pane menilai, penangkapan Syahganda Cs atau para petinggi KAMI, setali tiga uang dengan kasus makar terdahulu. Artinya, semua itu tak lain hanya sekadar teraphi kejut untuk para pengikut KAMI di tengah maraknya aksi demo buruh yang menolak UU Ciptaker yang kontroversial.
IPW melihat, Sejak semula rejim Jokowi sudah mengincar pergerakan dan manuver KAMI, yang dianggap cenderung menjengkelkan. Berbagai aksi penolakan di berbagai daerah sudah "dilakukan" tapi aktivis KAMI tetap "bandel" untuk bermanuver. Untuk menangkap mereka tidak ada alasan yang tepat. Sebab ujuk ujuk menangkap mereka pasti akan ramai ramai dikecam publik.

" Aksi demo menolak UU Ciptaker dijadikan momentum penangkapan terhadap para petinggi KAMI. Penangkapan ini sama seperti dilakukan rejim Jokowi terhadap Hatta Taliwang cs mapun Eggi Sudjana cs yang dilakukan saat akan terjadinya aksi demo besar di periode pertama pemerintahan Jokowi. Begitu juga saat ini, saat penangkapan terhadap Syahganda Cs dilakukan, saat itu sedang maraknya aksi demo maupun rencana demo besar," ujar Neta.

Menurutnya, ada tiga tujuan penangkapan Syahganda Cs. Pertama untuk mengalihkan konsentrasi buruh dalam melakukan aksi demo dan menolak UU Ciptaker. Kedua, memberi teraphi kejut bagi KAMI dan jaringannya agar tidak melakukan aksi aksi yang "menjengkelkan" rejim Jokowi. Ketiga, menguji nyali Gatot Nurmantio sebagai tokoh KAMI, apakah dia akan berjuang keras membebaskan Syahganda Cs atau tidak. Jika dia terus bermanuver bukan mustahil Gatot juga akan diciduk rejim, sama seperti rejim menciduk sejumlah purnawirawan di awal Jokowi berkuasa di periode kedua kekuasaannya sebagai presiden.

Neta menambahkan, jika melihat tuduhan yang dikenakan kepada Syahganda Cs adalah tuduhan ecek ecek dan sangat lemah serta sangat sulit dibuktikan. Sehingga kasus Syahganda Cs ini lebih kental nuansa politisnya. Sasarannya bukan untuk mencegah aksi penolakan terhadap UU Ciptaker tapi lebih kepada manuver untuk menguji nyali Gatot Nurmantio. Sehingga pada ujungnya nanti Syahganda Cs diperkirakan akan dibebaskan dan kasusnya tidak sampai ke pengadilan seperti empat kasus makar terdahulu, terutama kasus Hatta Taliwang cs. 0 son

Berita Lainnya
Kamis, 17 September 2020
Rabu, 16 September 2020
Jumat, 04 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Senin, 31 Agustus 2020
Jumat, 28 Agustus 2020
Jumat, 21 Agustus 2020
Kamis, 20 Agustus 2020
Minggu, 16 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020
Jumat, 07 Agustus 2020
Kamis, 06 Agustus 2020