Senin, 07 Desember 2020 19:21:12

SETARA : Anggota FPI Miliki Senjata Ilegal Bentuk Tindak Kejahatan

SETARA : Anggota FPI Miliki Senjata Ilegal Bentuk Tindak Kejahatan

Beritabatavia.com - Berita tentang SETARA : Anggota FPI Miliki Senjata Ilegal Bentuk Tindak Kejahatan

Setara Institute for Democracy and Peace menyebut penegakan hukum yang dilakukan Polri terhadap pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) memasuki ...

SETARA : Anggota FPI Miliki Senjata Ilegal  Bentuk Tindak Kejahatan Ist.
Beritabatavia.com -

Setara Institute for Democracy and Peace menyebut penegakan hukum yang dilakukan Polri terhadap pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) memasuki babak baru. Diawali sikap Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang menunjukkan bentuk pembangkangan hukum dengan tidak menghadiri panggilan Polri dan disertai upaya  menghalang-halangi anggota Polri menjalankan tugasnya (obstruction of justice). MRS juga menebarkan kecemasan baru  karena potensi penyebaran Covid-19 dengan kabur dari Rumah Sakit UMMI dengan kondisi yang belum jelas, apakah positif atau negatif Covid-19.

Ketua Setara Institute, Hendardi, mengatakan,  peristiwa penembakan terhadap 6 orang pengikut MRS oleh anggota Polri pada Senin (7/12) dini hari telah menjadi kontroversi baru. Di satu sisi Polri memaparkan alasan obyektif adanya ancaman terhadap jiwa manusia anggota Polri sebagai pembenaran atas tindakan represif yang dilakukan anggotanya. Di sisi lain, penggunaan senjata api oleh Polri dalam mengatasi peristiwa tertentu, tetap harus mengacu pada prosedur-prosedur yang ketat dan harus dapat dipertanggung-jawabkan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri No. 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian dan Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara RI.

"Tertembaknya 6 orang warga sipil tentu menjadi keprihatinan dan tidak seharusnya terjadi. Tetapi jika betul senjata-senjata yang ditunjukkan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya adalah senjata milik anggota FPI, maka pembelaan Polri atas jiwa anggotanya yang terancam bisa diterima. Namun demikian, untuk memenuhi standar yang diterapkan dalam Perkap 8/2009 tersebut, Polri harus melakukan evaluasi pemakaian senjata api oleh anggotanya. Kapolri dapat memerintahkan Divisi Pengamanan Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan evaluasi atas fakta-fakta yang menjadi alasan pembenar penggunaan senjata api," kata Hendardi dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (7/12) malam.

Pada saat yang bersamaan, Hendardi menjelaskan,  SETARA Institute mendorong agar MRS kooperatif memenuhi panggilan Polri dalam pemeriksaan dugaan pelanggaran protokol kesehatan termasuk kasus-kasus lain yang mangkrak dan melibatkan dirinya sebelum menetap di Arab Saudi. Pembangkangan MRS atas upaya penegakan hukum dan kapitalisasi kharisma dirinya sebagai habib telah memicu kepatuhan buta beberapa orang pengikutnya yang merasa dirinya syahid  saat membela MRS.

" Jika benar senjata api yang ditunjukkan oleh Polri adalah milik anggota FPI, mereka bukanlah  syuhada  sebagaimana klaim FPI tetapi pengikut buta yang dijadikan martil oleh MRS dan elit FPI untuk memupuk simpati. Mereka telah memiliki senjata api secara ilegal dan ditujukan untuk menghalang-halangi penegakan hukum. Oleh karenanya tindakan mereka merupakan kejahatan," tegas Hendardi.

Ditengah upaya evaluasi Polri, SETARA Institute mendorong Polri terus melakukan tindakan hukum yang tegas, terukur dan akuntabel menangani berbagai tindak pidana yang dilakukan anggota-anggota organisasi pengusung aspirasi intoleran, premanisme berjubah agama, dan elit-elit yang menjadi conflict entrepreneur di belakang mereka. Episode pasca kepulangan MRS adalah ujian bagi Polri untuk menegakkan hukum.0 red

Berita Lainnya
Kamis, 20 Mei 2021
Senin, 17 Mei 2021
Sabtu, 15 Mei 2021
Selasa, 27 April 2021
Selasa, 27 April 2021
Kamis, 22 April 2021
Selasa, 13 April 2021
Jumat, 02 April 2021
Kamis, 01 April 2021
Rabu, 31 Maret 2021
Senin, 29 Maret 2021
Senin, 29 Maret 2021