Jumat, 18 Juni 2021 13:15:41

Polda Sulsel Ungkap Kasus Pembunuhan & Pembakaran Korban di Maros

Polda Sulsel Ungkap Kasus Pembunuhan & Pembakaran Korban di Maros

Beritabatavia.com - Berita tentang Polda Sulsel Ungkap Kasus Pembunuhan & Pembakaran Korban di Maros

Polda Sulawesi Selatan berhasil mengungkap kasus pembunuhan disertai pembakaran korban Muh Rian Latif. Jenazah korban ditemukan di ...

Polda Sulsel Ungkap Kasus Pembunuhan & Pembakaran Korban di Maros Ist.
Beritabatavia.com -

Polda Sulawesi Selatan berhasil mengungkap kasus pembunuhan disertai pembakaran korban Muh Rian Latif. Jenazah korban ditemukan di kawasan bukit Kemiri, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 11 Juni 2021 lalu.

”Kasus ini terkait dengan jaringan prostitusi yang kami sedang dalami. Hasil pengungkapan juga terungkap jaringan prostitusi yang selama ini berlangsung dan sudah kita periksa,” kata Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam seperti dilansir kantor berita Antara, Kamis (17/6).

Kapolda menuturkan motif pembunuhan berencana terhadap korban itu melibatkan sembilan orang pelaku. Delapan di antaranya sudah ditangkap dan satu masih berstatus buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO).

Pelaku rata-rata masih berusia remaja masing-masing berinisial MA, 19; DAS, 19; FS, 16; AP, 19; TH, 22; AI, 17; MAN, 16; dan H, 23, seorang perempuan. Sedangkan satu pelaku D berstatus buron dan masih dalam pengejaran.

Merdisyam menjelaskan, awalnya korban berkomunikasi dengan pelaku MA melalui media sosial Facebook. Mereka janjian untuk bertemu di hotel di Jalan Haji Bau, Makassar, Senin (7/6) sekitar pukul 09.00 wita. Korban setuju dengan syarat meminta izin kepada kakaknya Muh Reza.

Malamnya, korban dijemput saksi pelaku AI dan pelaku MA (pacar korban sesama jenis) meminta izin dengan alasan akan pergi ke Malino, lokasi destinasi wisata alam Gowa di rumah korban Jalan Palantikan. Ketiganya menggunakan satu sepeda motor menuju hotel.

Dalam perjalanan, MA mengambil ponsel korban lalu melihat ada percakapan dengan pria lain di media sosial sehingga membuat MA cemburu. Pelaku, saksi, dan korban akhirnya tiba di TKP kedua, hotel di Kota Makassar sekitar pukul 21.00 wita.

AI lalu pamit kembali ke tempat kerja. Sedangkan MA, DAS (pelaku lain), serta korban masuk hotel kamar 405. Dalam kamar itu ada D (DPO) serta dua laki-laki lain. Pada Selasa (8/6) dini hari, DAS bersama dua rekannya tertidur. MA dan korban berhubungan seksual sesama jenis.

Namun Lulusan AKPOL 1991 itu menambahkan, pada pukul 05.00 Wita korban dikeroyok hingga mengalami pendarahan di bagian kepala, wajah, dan badannya lebam oleh MA serta pelaku lain di TKP, karena dituduh mencuri ponsel. Usai penganiayaan korban, sekitar pukul 09.00 wita, dari hotel korban dibawa ke rumah H (tersangka perempuan) di jalan Sungai Limboto Makassar, menggunakan mobil transportasi daring. Ikut pula MA, Dion, dan DAS.

Korban kembali disekap pelaku di rumah H (TKP ketiga). Korban sempat berusaha melarikan diri, hingga membuat MA naik pitam lalu kembali menganiaya korban dengan pukulan serta ikat pinggang secara membabi buta. Hingga pada Kamis (10/6) pukul 06.00 Wita korban tidak sadarkan diri lalu meninggal dunia.

Pelaku MA, DAS, H, FS, panik, lalu menjalankan rencana jahat sepakat menghilangkan jejak korban di daerah Camba Maros dengan membakar jasad korban. Selanjutnya, pada Jumat (11/6/2021) sekitar pukul 04.00 Wita, para pelaku menyewa mobil rental untuk membawa jasad korban ke Camba, Kabupaten Maros. Sebelum tiba di lokasi, pelaku singgah membeli dua botol besar air mineral, lalu airnya dibuang untuk diisikan bensin di Moncong Loe, Kabupaten Maros.

”Saat pelaku mengetahui korban telah meninggal, mereka berencana membawa jasad korban ke Sulawesi Tengah (Sulteng). Namun, karena tidak memiliki biaya, korban akhirnya dibawa ke Kabupaten Maros, lalu dibakar untuk menghilangkan jejak,” ungkap Kapolda Merdisyam.

Para tersangka juga diketahui memiliki cacatan kriminal karena beberapa kali tertangkap melakukan perbuatan melanggar hukum, termasuk praktik prostitusi. Kini tersangka tengah diproses hukum dan terancam hukuman penjara seumur hidup.O son

Berita Lainnya
Kamis, 28 Oktober 2021
Kamis, 28 Oktober 2021
Rabu, 27 Oktober 2021
Selasa, 26 Oktober 2021
Kamis, 21 Oktober 2021
Senin, 18 Oktober 2021
Selasa, 12 Oktober 2021
Senin, 11 Oktober 2021
Sabtu, 09 Oktober 2021
Kamis, 30 September 2021
Rabu, 29 September 2021
Selasa, 21 September 2021