Jumat, 26 November 2021 12:05:07

PPKM Level 3, Inilah Aturan Ibadah di Gereja

PPKM Level 3, Inilah Aturan Ibadah di Gereja

Beritabatavia.com - Berita tentang PPKM Level 3, Inilah Aturan Ibadah di Gereja

Guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Natal dan Tahun  Baru (Nataru) pemerintah memperketat penerapan protokol kesehatan ...

PPKM Level 3, Inilah Aturan Ibadah di Gereja Ist.
Beritabatavia.com -

Guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Natal dan Tahun  Baru (Nataru) pemerintah memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes). Termasuk pelaksanaan ibadah Natal selama penerapan PPKM Level 3. Satgas Penanganan Covid-19 meminta rumah ibadah yang melaksanakan misa dan perayaan Natal harus membentuk Satgas Prokes.

"Melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 tahun 2021, yang pertama soal pengaturan kegiatan di rumah ibadah atau gereja. Pihak rumah ibadah diminta untuk membentuk Satgas sebelum menerima jemaat untuk beribadah," kata juru bicara  Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Satgas akan bertugas untuk kedisiplinan protokol kesehatan selama rangkaian ibadah dan berkoordinasi aktif dengan Satgas Covid-19 di daerah setempat,tambahnya.

Dia menjelaskan, aturan selama peribadatan, salah satunya kapasitas keterisian ruang ibadah maksimal 50 persen. Sebelum memasuki rumah ibadah, jemaat wajib melakukan skrining kesehatan elektronik menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Inilah aturan lengkap yang harus dilaksanakan dan dipatuhi apabila melakukan aktivitas ibadah sesuai Inmendagri Nomor 62 tahun 2021.

a. Gereja membentuk Satuan Tugas Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 yang berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah.

b. pada pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal:

1. hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga.

2. diselenggarakan secara hybrid, yaitu secara berjamaah/kolektif di gereja dan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja.

3. jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan lbadah dan Perayaan Natal secara berjamaah/kolektif tidak melebihi 50% (lima puluh persen) dari kapasitas total gereja,

c. pada penyelenggaraan ibadah dan perayaan Natal, pengurus dan pengelola gereja berkewajiban untuk

1. menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area gereja.

2. melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area gereja.

3. menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari gereja serta hanya yang berkategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk.

4. mengatur arus mobilitas jemaat dan pintu masuk (entrance) dan pintu keluar (exit) gereja guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan

5. menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar gereja.
6. menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna gereja.

7. menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 (satu) meter.

8. melakukan pengaturan jumlah jemaat/umat/pengguna gereja yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak. O red/son

Berita Lainnya
Senin, 13 Desember 2021
Senin, 06 Desember 2021
Minggu, 05 Desember 2021
Jumat, 26 November 2021
Kamis, 25 November 2021
Sabtu, 20 November 2021
Kamis, 18 November 2021
Senin, 15 November 2021
Kamis, 11 November 2021
Senin, 08 November 2021
Jumat, 05 November 2021
Kamis, 04 November 2021