Beritabatavia.com -
Puluhan demonstran yang mengatasnamakan Pemuda Pengawal Demokrasi Kerakyatan melakukan aski unjukrasa di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (18/1). Mereka berteriak agar Menko Perekonomian Hatta Rajasa ditangkap. Penangkapan terkait kasus dugaan hibah kereta api eks Jepang.
Koordinator aksi Ujang Rizwansyah di tengah-tengah aksi mengemukakan, pada aksi itu juga massa menuntut agar KemenkumHAM segera menuntaskan proses hukum kasus pemalsuan badan Partai Amanat Nasional (PAN) oleh pengurus sehingga menjadikan PAN sebagai partai ilegal.
Tangkap Hatta Rajasa? Kami minta agar Hatta Rajasa ditangkap karena ketua umum ilegal, dan tangkap Taufik Kurniawan sebagai sekjen ilegal, kata Ujang.
Pengamat politik UI Arbi Sanit mengemukakan, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mustahil menjadi Presiden. Pasalnya, sejumlah faktor akan menghambat langkah Hatta. Terlebih, PAN hanya termasuk partai menengah yang konstituennya terbatas.
Hatta diusung partai yang memiliki basis konstituen terbatas. Kalau jadi presiden tidak bisa karena partainya kecil, ujar Arbi.
Selain itu, lanjut Arbi, basis Islam yang kemungkinan dibidik Hatta dinilai tidak menjual. Orang sudah pada takut dengan Islam. Lihat saja di Timur Tengah, ungkapnya.
Faktor Hatta sebagai orang Sumatera atau non Jawa juga memberi andil dalam keterpilihannya sebagai presiden. Arbi mengutarakan pernyataan tersebut berdasar pengalaman Jusuf Kalla di Pemilihan Presiden 2009. Siapa yang bakal pilih. Hatta pemilihnya terbatas dan sedikit, jelas Arbi.
Soal popularitas, Arbi menilai tidak menjadi jaminan. Sebab, popularitas tanpa dibarengi pengakuan dari masyarakat sebagai pemimpin juga tidak akan mendongkrak suara signifikan. Kalau cuma populer, kucing juga populer. Pertanyaannya, siapa yang mau memilih kucing, tandasnya. o end