Beritabatavia.com -
Delapan rahasia yang disimpan Angelina Sondakh, bisa dijadikan pintu masuk untuk mengungkap semua pihak yang terlibat dalam praktik korupsi Wisma Atlet Palembang dan proyek universitas. Jika tidak, rahasia itu akan menjadi bukti bagi rakyat yang berada diluar lingkaran kekuasaan dan kaum elit, bahwa para penyelenggara negara sedang melakukan proses pemiskinan abadi. Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada, Oce Madril, mengatakan , Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) bisa mengunakan Angelina Sondakh tersangka kasus suap Wisma Atlet Palembang dan proyek universitas, sebagai pintu masuk untuk mengungkap pihak yang terlibat. Ia mendesak lembaga antikorupsi itu bekerja maksimal.Melalui Angie, peran pihak lain dapat terbongkar, kata Oce.Ia mengatakan, keterangan sejumlah saksi dalam sidang menyebutkan bahwa Angie tahu persis praktik korupsi yang melibatkan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan partai politik (Parpol). Misalnya, aliran dana dari Grup Permai, Badan Anggaran DPR, dan aliran dana proyek Hambalang.Menurut Oce Madril, sedikitnya delapan rahasia yang disimpan Angelina Sondakh, yang bisa digunakan untuk menyeret para koruptor lainnya.
Berikut ini delapan rahasia yang bisa diungkap Angelina:
1.Seusai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 21 Desember 2011.Nazar mengungkapkan bahwa Angie menceritakan menerima Rp 9 miliar di hadapan TPF di ruang Fraksi Demokrat. Dalam eksepsi Desember tahun lalu, Nazar menyatakan Angie menerima Rp 9 miliar dari Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang dibagikan kepada petinggi Demokrat.
2.Perencanaan Proyek Hambalang.
Angie mengikuti pertemuan di kantor Kementerian Olahraga bersama Menteri Andi, Mahyuddin, dan Wafid. Pertemuan membahas proyek Hambalang. Ketua Komisi Olahraga DPR Mahyuddin, ketika menjadi saksi atas kasus Nazar, 17 Februari 2012, mengakui pertemuan itu juga dihadiri Nazar dan Angie. Mahyuddin menyatakan hanya mengingat sedikit pembicaraan Nazar tentang Hambalang. Sertifikat Hambalang 32 hektare sudah selesai, ujar Mahyuddin, menirukan Nazar.
3.Membuka Identitas `Bos Besar' dan `Ketua Besar'.
Mindo Rosalina Manulang, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri di bawah Grup Permai milik Nazar, mengatakan Angie pernah meminta apel ke Rosa yang ditujukan kepada bos besar dan ketua besar. Menurut Rosa, ketua besar adalah Wakil Ketua Badan Anggaran dari Demokrat, Mirwan Amir; dan bos besar adalah Anas Urbaningrum.
4.Mengungkap `Apel Malang' dan `Apel Washington'.
Rosa mengungkapkan dalam sidang bahwa istilah apel merupakan permin taan Angie. Angelina Sondakh yang bilang biar tak terlalu vulgar, Rosa mengungkapkan dalam sidang 16 Januari 2012. Istilah apel Malang dan apel Washington, menurut Rosa, berasal dari Angelina. Apel Malang sebutan untuk uang rupiah, sedangkan apel Washington buat dolar Amerika.
5.Anggota DPR yang Mendapat Fee .
Rosa pada sidang 16 Januari 2012 menyatakan Angie meminta uang Rp 6 miliar sampai Rp 8 miliar kepada Nazar. Sebelumnya, Yulianis dalam sidang mengaku menyerahkan fee 5 persen dari nilai proyek Rp 191 miliar ke DPR pada 2010. Menurut Yulianis, adalah Rosalina yang menyerahkannya kepada dua anggota Badan Anggaran DPR dari Komisi Olahraga. Kedua orang itu adalah, Angelina Sondakh dan Wayan Koster, kata Yulianis dalam sidang 10 Agustus 2011.
6. Kisah Kardus Berisi Duit Rp 3 Miliar yang Dikirim Luthfi ke DPR. Luthfi Ardiansyah, sopir Yulianis, dalam sidang kasus Nazar 28 Januari 2012 menyatakan bertemu dengan Angie di DPR. Saat itu ia menyerahkan kardus berisi uang Rp 3 miliar ke ruang Wayan. Ketika meninggalkan ruangan, Luthfi berpapasan dengan Angie.
Yulianis ketika itu juga mengungkapkan bahwa Grup Permai pernah mengeluarkan uang sebesar Rp 5 miliar untuk Angie dan Wayan. Uang diserahkan dalam beberapa tahap.
7.Aliran uang ke Anas Urbaningrum.
Nazar mengatakan, Anas menerima dua kali fee proyek Wisma Atlet. Jatah Demokrat sebesar Rp 9 miliar diberikan melalui Angelina dan Wayan Koster. Selanjutnya, diterima Mirwan Amir dan dibagikan kepada pemimpin Badan Anggaran dan Ketua Fraksi Demokrat. Sebelum pertemuan TPF 11 Mei 2011 di ruangan Jafar Hafsah, Nazar mendengar cerita dari Mirwan bahwa Mirwan sudah menyerahkan duit Rp 7 miliar ke Anas untuk pengamanan media. Waktu itu, menurut Nazar, yang hadir selain dia juga Mirwan, Jafar, dan Angie.
8.Proyek Pengadaan Alat Laboratorium di Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri.
Nama perguruan tinggi itu di antaranya terungkap dalam percakapan melalui BlackBerry antara Rosa dan Angie, misalnya Universitas Halu Oleo dan Universitas Sumatera Utara. Percakapan itu, di antaranya, Rosa menanyakan proyek di Halu Oleo. Angie menjawab, Udah aman. Itu khusus urusan kita. Oke. Siip deh, jawab Rosa. Ada lagi percakapan yang menyoal proyek di USU berbiaya Rp 116 miliar. Rosa mengatakan, Sesuai kecuali USU. USU kasihlah, Bu. 15 aja. Angie kemudian menjawab, USU dapat, tapi kecil, hanya 5. .0 son