Jumat, 18 Mei 2012 18:41:09

Tayangkan Tari Perut, Pemilik Stasiun Televisi Ditahan

Tayangkan Tari Perut, Pemilik Stasiun Televisi Ditahan

Beritabatavia.com - Berita tentang Tayangkan Tari Perut, Pemilik Stasiun Televisi Ditahan

Wakil Kepala Polisi Mesir menahan pemilik stasiun televisi yang khusus menayangkan tarian perut atas tuduhan dugaan beroperasi tanpa izin dan ...

 Tayangkan Tari Perut, Pemilik Stasiun Televisi Ditahan Ist.
Beritabatavia.com - Wakil Kepala Polisi Mesir menahan pemilik stasiun televisi yang khusus menayangkan tarian perut atas tuduhan dugaan beroperasi tanpa izin dan menjalankan prostitusi.

Stasiun televisi itu, ElTet, menayangkan video selama 24 jam sehari tentang penari-penari perut yang berpakaian minim yang menari di sebuah studio diiringi musik hidup. Tersedia di TV Satelit selama lebih setahun, stasiun itu menerima banyak penonton setia, sebagian karena memperlihatkan salah satu kesenian Mesir yang semakin susah diakses kebanyakan orang di negara yang makin konservatif selama beberapa dekade ini.

Meski demikian, para ibu dan nenek yang masih tradisional mengajarkan anak gadisnya menari tarian perut di rumah, terutama dengan cara melihat film-film hitam putih yang dibuat generasi awal para penari perut ternama di Mesir.

Pada Kamis (17/5), kepolisian Mesir menyerbu sebuah apartemen di pusat kota Kairo tempat pemilik stasiun itu, Baligh Hamdy, menjalankan stasiun dan merekam kebanyakan video. Polisi menyita kaset dan peralatan video dan menahan Hamdy.

Petugas menyatakan Hamdy akan merekam video dan mengirimkannya melalui Internet ke rekan-rekannya di Bahrain dan Yordania yang kemudian akan menyiarkannya di TV satelit stasiun itu, menjadikannya bisa diakses di Mesir dan tempat lain.

Menurut salah satu petugas yang enggan diungkap identitasnya, penyerbuan itu memicu protes dari pemirsa.

Di samping tarian perut, stasiun itu juga menampilkan iklan produk-produk peningkatan kemampuan seksual dan pesan-pesan perjodohan. Hamdy didakwa menayangkan iklan yang menyerang kesopanan publik.

Ketika Mesir semakin tumbuh menjadi negara konservatif selama bertahun-tahun, banyak kelompok hak asasi manusia mengkhawatirkan bertumbuhnya kelompok politisi Islam yang mendorong lebih banyak sensor dan menggunakan hukum untuk membatasi kebebasan berkesenian dan berekspresi. o ep





Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Minggu, 21 April 2024
Jumat, 15 Maret 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
Rabu, 06 Maret 2024
Kamis, 01 Februari 2024
Minggu, 10 Desember 2023
Minggu, 01 Oktober 2023
Jumat, 22 September 2023
Rabu, 23 Agustus 2023
Kamis, 13 April 2023
Sabtu, 01 April 2023
Kamis, 30 Maret 2023