Beritabatavia.com -
Republic Corruption Watch Sumatera Utara (RCW Sumut) menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak serius dalam menangani kasus korupsi kelas kakap yang melibatkan pejabat negara maupun petinggi di elit partai.
Sebab, banyak kasus besar yang menjadi pusat perhatian masyarakat justru ditangani dengan cara menggantung perkara tersebut.
KPK bekerja setelah persoalan kasus besar itu kembali dipertanyakan. Setelah itu, KPK terkesan mengulur waktu untuk menangani kasus tersebut. Pola penanganan seperti ini sangat tidak relevan dan seakan melakukan pembohongan di masyarakat, ujar Koordinator RCW Sumut, Ratno seperti dikutip SP di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (3/9).
Menurutnya, banyak kasus besar yang terkesan ditangani mengambang oleh lembaga antikorupsi tersebut. Beberapa kasus besar itu antara lain, kasus Bank Century, proyek Hambalang, suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, simulator SIM dan lainnya. Dalam kasus itu, banyak pejabat negara dan petinggi partai diduga terlibat di dalam kasus korupsi yang banyak merugikan negara tersebut.
Patut diduga, ada kekuatan besar yang menghalang - halangi penanganan kasus tersebut. Lambannya pengungkapan kasus tersebut mengindikasikan bukti bahwa lembaga anti korupsi ini masih bisa diintervensi kekuatan besar dari luar. Soalnya, sudah sangat lama kasus itu jalan di tempat. Bila ini terjadi, independensi KPK sebagai lembaga antikorupsi maka perlu untuk dipertanyakan, sebutnya. o eee