Beritabatavia.com -
Mindo Rosalina Manullang (Rosa) mengakui grup permai menggiring proyek di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) melalui terdakwa Angelina Sondakh selaku anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Komisi X yang membawahi bidang Olahraga dan Pendidikan.
Yang di Kemendiknas, waktu itu saya tanya ke pak Muhammad Nazaruddin, dia bilang tolong tanyakan anggaran-anggaran di universitas-universitas (ke Angelina). Jadi nantikan kata pak Nazaruddin tanya ajah anggaran kemendiknas khusus untuk universitas ada apa tidak, kata Rosa ketika bersaksi untuk terdakwa Angelina Sondakh dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/10).
Bahkan, Rosa mengatakan sempat membicarakan mengenai fee (komisi) dengan politikus Partai Demokrat tersebut terkait penggiringan anggaran untuk universitas di Kemendiknas. Di mana, akhirnya disepakati komisi untuk penggiringan tersebut sebesar lima persen dari besaran anggaran yang akan turun.
Tetapi, Rosa mengatakan tidak semua usulan proyek di 16 perguruan tinggi (PT) akhirnya didapatkan oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Permai milik Nazaruddin. Melainkan, hanya mendapatkan proyek di enam PT, yakni Universitas Tadulako, Universitas Negeri Malang, IPB, USU, Universitas Patimura dan Universitas Cendrawasih.
Sehingga, lanjut Rosa, komisi yang diberikan kepada Angie (panggilan akrab Angelina Sondakh) sebesar Rp 15 miliar, yaitu 50 persen dari enam proyek yang didapatkan senilai Rp 610 miliar. Walaupun, masih kurang Rp 15 miliar lagi.
Lebih lanjut, Rosa mengaku berulang kali berkomunikasi dengan Angie terkait penyerahan uang dan permintaan uang. Komunikasi tersebut mayoritas dilakukan melalui Blackberry Messanger (BBM).
Selain itu, Rosa mengaku berulang kali bertemu dengan Angie. Pertama, di restoran Nippon Kan di Hotel Sultan. Kemudian, di gedung DPR RI dan di sebuah restoran di FX mall.
Terkait penggiringan, Rosa mengaku sempat mendengar terdakwa Angie menyebut bahwa uang yang diberikan dari Permai Grup dialirkan juga ke rekannya di DPR, Wayan Koster (dari fraksi PDI-P).
Kemudian, juga disebut Rosa, Angie pernah meminta sejumlah uang terkait penggiringan anggaran untuk keperluan 'Ketua Besar', yaitu Pimpinan Badan Anggaran yang diduga mengacu pada mantan Wakil Ketua Banggar dari Farksi Demokrat, Mirwan Amir.
Tidak hanya itu, Rosa juga berani mengatakan bahwa mayoritas anggota dewan turut berperan dalam penggiringan anggaran. Walaupun, mantan terpidana kasus suap Wisma Atlet ini mengaku tidak berani menyebut nama-nama anggota dewan yang kerap menggiring tersebut. Semua anggota DPR menggiring. Semua komisi, ungkap Rosa.
Seperti diketahui, terdakwa Angelina Sondakh kerap membantah keterangan Rosa sebelumnya. Di mana, mantan Puteri Indonesia tahun 2001 tersebut mengatakan tidak pernah berkomunikasi dengan Rosa melalui BBM.
Sebab, menurut Angie, baru memiliki Blackberry (BB) pada akhir tahun 2010. Sehingga, tidak mungkin berkomunikasi melalui BBM dengan Rosa.
Angie juga membantah membicarakan penggiringan anggaran dengan Rosa. Sebaliknya, dia mengaku kerap menolak ajakan pertemuan Rosa karena kesibukan sebagai anggota dewan.
Dalam transkrip pembicaraan melalui BBM antara Rosa dengan Angie yang dimiliki jaksa, terungkap bahwa berulang kali ada pembicaraan mengenai permintaan apel malang, apel washington dan semangka. Di mana, mengacu pada permintaan uang dalam bentuk mata uang Rupiah dan Dollar Amerika. o lil