Beritabatavia.com -
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuding Menteri BUMN Dahlan Iskan melakukan manipulasi mengenai inefisiensi PLN dan potensi kerugian negara mencapai Rp 37 triliun. Kasus manipulasi mencuat saat Dahlan menjabat sebagai Dirut PLN. Karenanya DPR meminta penjelasan kepada Dahlan mengauapnya uang negara itu.
Cukup banyak ya yang akan kita tanyakan, ukurannya dari BPK itu, apa yang menyebabkan PLN itu merugi dan pemborosan. Ada potensi manipulasi, unsur itu akan kita klarifikasi nanti. Kemudian (kalau) merugi tidak ada penyebab tidak mungkin, ungkap Wakil
Ketua Komisi VII Effendi Simbolon di Gedung DPR, Selasa (13/11).
Effendi mengatakan, Komisi VII akan menanyakan semua detail penyebab kejadian yang berpotensi merugikan negara tersebut. Di antaranya apakah benar hanya karena ketidaktersediaan gas atau memang karena manipulasi.
Kenapa operasi maintenance mahal? Apa iya cuma karena gas? Kok nggak dicari jalan keluarnya, kami akan tanyakan itu. Dan juga katanya keterlambatan pembangkit, kami akan tanyakan apa benar terlambat? Apa sengaja di perlambat? Dan juga mengenai sewa genset (yang) melanggar aturan tender dan juga apakah benar ada indikasi KKN kepada keluarga mereka (Dahlan)? jelas Effendi.
Menurut laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) PLN dinilai masih boros dengan menggunakan pembangkit listrik dengan bahan bakar minyak. Padahal, ongkos tersebut bisa dihemat bila PLN menggunakan gas. o lil