Jumat, 08 Maret 2013 13:09:59

Laga Gresik vs Arema Ricuh, Tiga Tewas

Laga Gresik vs Arema Ricuh, Tiga Tewas

Beritabatavia.com - Berita tentang Laga Gresik vs Arema Ricuh, Tiga Tewas

Laga lanjutan Liga Super Indonesia antara klub Gresik United melawan Arema di Gresik, Kamis (7/3) ricuh. Kericuhan bersumber dari tewasnya seorang ...

  Laga Gresik vs Arema Ricuh, Tiga Tewas  Ist.
Beritabatavia.com - Laga lanjutan Liga Super Indonesia antara klub Gresik United melawan Arema di Gresik, Kamis (7/3) ricuh. Kericuhan bersumber dari tewasnya seorang bonek suporter Persebaya Eric Setiawan di Jl. Wahidin depan Kantor Pertanian, Gresik. Eric diduga jadi korban salah sasaran massa beratribut Aremania.

Tewasnya Eric memicu kemarahan bonek lainnya untuk melakukan aksi sweeping di jalan tol menuju arah Malang. Juga ada yang menyerbu stadion Gresik menunggu suporter Aremania pulang menyaksikan pertandingan. Memang, antara pendukung Arema dan Persebaya memang sudah lama berseteru.

Bentrok dua suporter berlangsung hingga  tengah malam. Meski Jumat 8 Maret 2013 dini hari ini situasi berangsur kondusif. Tiga orang dikabarkan tewas dan sejumlah orang lainnya luka-luka dalam kejadian ini.

Data sementara menyebutkan dua Aremania tewas, tujuh orang sekarat, tujuh bus dirusak, satu sepeda motor dibakar dan ratusan luka-luka. Dari kubu bonek pendukung Persebaya, ada satu orang tewas atas nama Erik Setiawan, dan delapan orang terluka. Namun, informasi yang ada masih simpang siur karena belum ada keterangan resmi tentang jumlah korban.

Menurut Koordinator bonek liar Bram Oky, sejumlah bonek berencana menghadang rombongan Aremania di tol arah Malang. Namun kerusuhan terjadi di akhir pertandingan. Massa bonek melakukan sweeping di tol, mencari kendaraan berplat nomor N ataupun massa beratribut Aremania. Sehingga polisi harus menutup akses jalan tol dan melarang kendaraan arah Mojokerto dan Malang melintasinya.

Gerakan mereka dihadang polisi. Kepolisian menutup akses jalan tol dan melarang semua kendaraan melintasi tol arah Mojokerto dan Malang. Kericuhan berlanjut. Ratusan polisi dikerahkan untuk mengamankan jalan tol yang telah dikepung massa Bonek. Kericuhan sampai melibatkan warga. Bonek akhirnya mengepung tol terutama di KM 5 dan 6.

Kepala Polisi Resort Kota Besar Komisaris Besar Tri Maryanto mengerahkan tambahan personal di lokasi untuk berjaga-jaga. Walikota Surabaya Tri Rismaharini sempat terkena gas air mata dan mendapatkan perawatan medis.

Gesekan berlanjut, namun kali ini Bonek bentrok dengan polisi. Bram menuturkan bentrok terjadi lantaran polisi bersikap represif. Mereka menembakkan gas air mata ke massa, kalau begini terus enggak berhenti-henti, kata Bram seperti dilansir tempo.co

Dari atas jembatan tol, Pasukan Anti Huru-hara Kepolisian Daerah Jawa Timur nampak menembakkan water canon. Tidak lama kemudian, gas air mata ditembakkan berkali-kali untuk menghalau massa Bonek. Massa yang mengamuk membakar truk di KM 12.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat, 8 Maret 2013, polisi mulai menghalau massa di pintu keluar Tol Banyu Urip di Jl. Simo Kalangan Surabaya. Bonek yang berbaur dengan warga lari ke perkampungan. Kini kondisi berangsur-angsur kondusif. Meski polisi dan Komando Distrik Militer Kecamatan Sukomanunggal masih berjaga di lokasi. o eeee



Berita Lainnya
Minggu, 14 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Kamis, 11 Juni 2026
Kamis, 11 Juni 2026
Kamis, 11 Juni 2026
Kamis, 11 Juni 2026
Kamis, 11 Juni 2026
Selasa, 09 Juni 2026
Selasa, 09 Juni 2026
Selasa, 09 Juni 2026
Senin, 08 Juni 2026