Beritabatavia.com -
Aksi baku pukul terjadi antara wartawan dengan belasan pengawal Hilmi Aminudin. Keributan ini terjadi usai pemeriksaan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hilmi awalnya bersedia memberikan keterangan sebagai saksi kasus dugaan suap dengan tersangka mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Hilmi sudah mengambil posisi di tangga lobi Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakara Selatan, Selasa (14/5/3013) petang.
Hilmi yang mengenakan busana putih-putih pun sudah berdiri menghadap para wartawan untuk memberikan keterangan. Ya saya diperiksa seputar Pak Luthfi, kata Hilmi didampingi pengacaranya, Zainudin Paru.
Tiba-tiba belasan pendukung dan pengawal meminta Hilmi untuk masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu. Hilmi lalu dirangkul para pengawalnya dan menembus kerumunan wartawan. Mobil sudah menunggu di lobi KPK. Hilmi pun merespons dan mengikuti belasan pendukungnya masuk ke dalam mobil.
Tiba-tiba ada seorang fotografer yang wajahnya tekena sikut salah satu orang yang diduga pengawal Hilmi. Entah dari arah mana, ada orang yang berteriak, Sikat! Sikat! Keributan pun pecah.
Baku hantam antara wartawan dengan para pengawal Hilmi terjadi. Saling pukul terjadi sporadis antara wartawan dan para pengawal Hilmi yang sebagian besar menggunakan baju batik lengan panjang.
Sampai ada wartawan yang mengejar satu orang yang diduga provokator yang berteriak Sikat! sikat!. Orang yang diduga pengawal Hilmi itu dikejar hingga ke gedung sebelah, gedung Jasa Raharja. akhirnya, satu orang yang memakai batik lengan panjang itu diamankan polisi untuk menghindari amuk massa.
Keributan mereda setelah polisi yang awalnya menjaga demonstrasi di depan gedung KPK datang ke lobi. Keributan bisa dilerai. Sepanjang keributan itu, Hilmi sudah masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Gedung KPK. o lp