Beritabatavia.com -
JAKARTA. Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mulai mengendus rekening bernilai Rp70 miliar milik mantan pejabat Direktorat Pajak Jakarta berinisial Bah As. Hal tersebut diungkapkan Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi kepada wartawan, Kamis (8/4). Namun, Ito mengaku pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Menurut Jenderal bintang tiga itu, selain masih dalam penyelidikan, pihaknya juga masih menunggu laporan ihwal kebenaran adanya transaksi yang mencurigakan di rekening Bah As. Hingga saat ini belum ada yang melaporkan, kata Komjen Ito Sumardi.
Semula dikabarkan, rekening milik Bah As berisi Rp 200 miliar, namun belakangan jumlah itu hampir dpastikan sebesar Rp70 miliar. Meskipun belum bisa dipastikan, apakah pernyataan Satuan tugas pemberantasan mafia hukum terkait soal kepemilikan dana sebesar Rp70 miliar di rekening Bah AS. Sebelumnya, usai melapor ke Presiden Susilo Bambang yudhoyono (SBY) anggota satuan tugas pemberantasan mafia hukum mengatakan dalam waktu dekat akan ada penangkapan 'big fish'yang jauh lebih besar dari Gayus Tambunan.
Sebelumnya, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus Husein menyebutkan, bakal ada kasus yang lebih besar yang melibatkan mantan petinggi Direktorat Jenderal Pajak. Pria berinisial Bah As itu yang memiliki rekening mencurigakan. Menurut dia, aliran dana ke rekening bekas pejabat itu nilainya jauh lebih besar dari rekening milik Gayus Halomoan P. Tambunan sebesar Rp 28 miliar yang kini diributkan.
Yunus mengaku, lembaganya telah melaporkan kasus ini ke polisi pada Maret 2009. Namun belum mendapat respons, ujarnya. Dua pekan lalu, kata Yunus, kasus ini dilaporkan ke Kejaksaan Agung.
Menanggapi hal tersebut, Kabareskrim Komjen Ito Sumardi, memastikan polisi akan tetap memproses bila dugaan penyimpangan itu didukung bukti. Namun, Ito melanjutkan, proses hukum membutuhkan waktu. Kami juga harus melihat di rekeningnya, dari mana saja duit itu mengalir." tegasnya.
Sementara sebuah sumber di Mabes POlri, kasus yang diduga melibatkan Bah AS sudah diusut kepolisian sejak pertengaham 2009 silam. Namun hingga sekarang proses itu tidak jelas rimbanya. Bahkan jumlah uang yang ada d rekening Bah AS sudah jauh berkurang.TI/son