Beritabatavia.com -
Kelompok feminis Georgia ngotot turun ke jalan pada hari Selasa ini (30/7) untuk 'mengakhiri lembaga keperawanan' yang menuntut utuhnya selaput dara wanita. Untuk menebus sertifikat uji keperawanan, wanita harus menyediakan uang US$100.
Menurut kaum feminis Georgia, uji keperwanan ini sudah kadaluwarsa dan kuno pada abad 21 ini.
Lebih dari 400 orang berencana menghadiri demo di jalan-jalan Tbilisi, Georgia (negara anggota Federasi Rusia) kemudian berkumpul di gedung Biro Forensik Nasional. Di gedung inilah ratusan wanita setiap tahun menjalani uji keperawanan dengan membayar US$100 untuk menebus sertifikat keperawanan mereka.
Kelompok Feminis Independen mengatakan uji keperawanan itu sebagai 'praktik kampungan dan memalukan' yang melanggar hak-hak dasar perempuan untuk bebas memilih.
'Lembaga keperawanan' yang mengontrol seksualitas perempuan, adalah sebuah anakronisme, ujar kelompok ini, seperti ditulis RIA Novosti, Selasa. o kay