Beritabatavia.com -
PBHI (Perkumpulan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia) Jakarta butuh dana sekitar Rp 50-60 juta pertahun untuk keperluan operasional kantor dan biaya advokasi baik litigasi maupun non litigasi.
'Sudah hampir setahun ini, PBHI Jakarta tidak mendapatkan dana dari pihak manapun, padahal PBHI Jakarta harus membiayai advokasi yang terus berjalan, ujar Prasetya, Ketua panitia Save PBHI 'PBHI Jakarta Charity Night' di Jakarta, Kamis (31/10).
Kebutuhan pendanaan yang tidak diimbangi dengan donasi mengantarkan PBHI Jakarta pada kondisi krisis keuangan, jelas dia. Kas PBHI Jakarta pada 3 Oktober 2013 hanya berjumlah Rp 8 Juta. Dana ini hanya bisa digunakan untuk memberikan bantuan hukum untuk satu bulan saja. Pengacara Publik PBHI Jakarta pun sudah setahun ini tidak lagi menerima gaji.
Untuk itu, PBHI Jakarta bermaksud melakukan acara 'PBHI Jakarta Charity Night' untuk melakukan penggalangan dana. Gerakan ini diharapkan mampu mengumpulkan dana Rp. 200 juta untuk membiayai advokasi dan Operasional PBHI Jakarta dalam waktu pendek.
Dalam Save PBHI Jakarta 'PBHI Jakarta Charity Night' ini kami juga mengadakan penjualan tiket seharga Rp. 100 ribu rupiah sebagai bagian dari penggalangan dana.
Acara ini diselenggarakan di Arion Swiss Hotel " Jl. Kemang Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat 1 November 2013 pukul 19.00. O brn