Jumat, 20 Desember 2013 12:27:27

Dipo Alam Jangan Seperti Preman

Dipo Alam Jangan Seperti Preman

Beritabatavia.com - Berita tentang Dipo Alam Jangan Seperti Preman

Belum satu institusi pun bisa mempertanggungjawabkan atau menjelaskan sebab musabab gelembung dana talangan Bank Century. Dalam konteks itulah Tim ...

Dipo Alam Jangan Seperti Preman Ist.
Beritabatavia.com - Belum satu institusi pun bisa mempertanggungjawabkan atau menjelaskan sebab musabab gelembung dana talangan Bank Century. Dalam konteks itulah Tim Pengawas (Timwas) DPR untuk kasus Bank Century memanggil  mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono, kini Wakil Presiden.

 Dia yang bersikukuh menolong Bank Century, maka dia pula yang mestinya wajib menjelaskan siapa saja penilkmat dana talangan itu, demikian email Anggota Timwas Century, Bambang Soesatyo, pada wartawan, Jumat (20/12).

Boediono sudah menegaskan kepada rakyat Indonesia bahwa keputusan BI dan Komite Stabilisasi Sistem Keuangan (KSSK) menyelamatkan Bank Century sebagai tindakan mulia. Kalau yakin benar dengan klaim kemuliaan tindakan itu, Boediono mestinya ksatria merespons panggilan Timwas DPR.

Sekretaris Kabinet Dipo Alam pun mestinya mendorong Boediono bersikap ksatria, bukannya berperilaku layaknya preman jalanan mengajak anggota DPR berkelahi.

Dipo harus belajar memahami masalah. Inisiatif Timwas DPR memanggil Boediono masih dalam konteks mempertanyakan tatalaksana atau manajemen pemerintahan dan bank sentral. Dalam kasus ini, ada peran dan sinergi antara KSSK dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di satu sisi dan BI di sisi lain.

Ketiga institusi ini menggunakan triliunan rupiah dana publik yang dikelola LPS. Dana itu raib. Dan, baik KSSK, LPS maupun BI, tak mau memikul tanggungjawab. Alih-alih bertanggungjawab, memberi penjelasan pun tak ada keberanian. Rakyat hanya disuguhi saling tuding di antara ketiga institusi itu.

Kalau kewajiban pertanggungjawaban ini dibiarkan menjadi misteri, manajemen pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono tercatat paling bobrok. Sebagai sekretaris kabinet, Dipo patut dinilai tidak kapabel karena tak mampu mendorong penyelesaian masalah ini. Kalau dia kapabel dan cerdas, dia harus berani memberi rekomendasi kepada presiden dan wakil presiden, karena berlarut-larutnya penyelesaian masalah ini akan mencoreng reputasi dan kredibilitas Kabinet Indonesia Bersatu-II.

Sayang, Dipo tak punya niat baik karena dia justru menyarankan Boediono tidak memenuhi panggilan DPR, jelas Bambang yang juga kader Parta Golkar ini. O brn
Berita Lainnya
Senin, 13 Juli 2026
Senin, 13 Juli 2026
Kamis, 09 Juli 2026
Rabu, 08 Juli 2026
Jumat, 03 Juli 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Selasa, 09 Juni 2026