Beritabatavia.com -
Memutar kembali rekaman peristiwa 58 tahun silam, Barcelona bisa lebih percaya diri untuk mendulang tiga poin krusial dari laga ‘El Clasico’ melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Minggu (11/4) dinihari WIB.
Situasi terakhir dimana kedua tim mengoleksi poin sama jelang tarung kedua ‘El Clasico’ edisi ke-156 di pentas La Liga musim ini, nyaris serupa dengan yang terjadi di musim 1951-1952. Kala itu, tepatnya 2 Maret 1952, laga kedua ‘El Clasico’digelar di stadion lama Les Corts (sekarang di Camp Nou). Kedua klub sama-sama mengumpulkan 33 poin jelang lima laga sisa. Barca memenangkan laga itu dan mengakhiri musim kompetisi sebagai juara. Skor akhirnya 4-2 yang ditandai hattrick Cesar.
Tapi ada perbedaan dari musim 195-1952 dan sekarang. Laga kedua saat itu digelar di Barcelona dan rekor mereka mengoleksi poin juga agak berbeda. Musim ini, Madrid mengukir rekor poin sempurna di kandang, sedang 58 tahun silam ceritanya sangat berbeda dimana kedua tim mengalami inkonsistensi.
Sebelum menghadapi tarung ‘El Clasico’, kedua tim mengalami lima kekalahan, sehingga member kesempatan Atletico Madrid ikut masuk arena perburuan gelar. Dan, kemenangan Barca atas Madrid memuluskan langkah Atletico menuju posisi kedua meski diakhir musim digusur Athletic Club Bilbao.
Bagaimanapun, hal serupa tidak akan terjadi musim ini karena Barca dan Madrid unggul jauh dengan selisih 21 poin atas peringkat ketiga Valencia. Ini belum terjadi sebelumnya dimana jarak antara dua tim teratas dengan peringkat ketiga sangat jauh.
Baik Barca maupun Madrid meraih hasil fantastis di La Liga musim ini. Madrid tidak terkalahkan dalam 12 laga kandang dan hanya butuh tiga laga lagi untuk memecahkan rekor mereka sebelumnya pada musim 1960-1961. Sejauh ini mereka juga memenangkan 15 pertandingan kandang.
Tapi Barca juga tidak kalah hebat. Jika musim lalu menjadi musim paling spektakuler sepanjang sejarah klub, tahun ini sepertinya sejumlah rekor bakal terpecahkan. Hingga pekan ini, mereka mengoleksi dua poin lebih dari musim lalu dan hanya sekali kalah dalam 30 pertandingan. Mereka juga mendekati target untuk menyamai atau bahkan melampaui rekor hanya dua kali kalah yang diukir tim besutan pelatih asal Inggris, Terry Venables pada musim 1984-1985. Jadi, seperti yang terjadi pada 2 Maret 1952, laga ‘El Clasico’ kali ini bisa menentukan gelar.
Jika melihat tren dan konsistensi Barca musim ini, rekor tersebut bisa terwujud. Artinya menghindari kekalahan bahkan mungkin menang di Bernabeu bukan hal yang tidak mungkin bagi Barca. Ini bukan mustahil karena Barca sedang onfire, terutama dengan performa ciamik Lionel Messi. Empat golnya saat Barca menghancurkan Arsenal 4-1 di leg kedua perempat final Liga Champions menjadi sinyal kuat bahwa pemain Argentina itu bisa melakukannya lagi di Bernabeu. Perlu diingat, musim lalu, Madrid hancur lebur dan terpukul oleh kekalahan 2-6 dan salah satu penyebabnya adalah Messi yang membuat dua gol pada laga itu. jon