Kamis, 06 Februari 2014 19:14:28

Seniman Rusia Demo Telanjang, Burungnya Membeku

Seniman Rusia Demo Telanjang, Burungnya Membeku

Beritabatavia.com - Berita tentang Seniman Rusia Demo Telanjang, Burungnya Membeku

Ini cerita tentang seorang seniman Rusia yang melakukan protes dengan bertelanjang bulat di Moskow. Karena udara yang sangat dingin, alat kelamin ...

 Seniman Rusia Demo Telanjang, Burungnya Membeku Ist.
Beritabatavia.com -
Ini cerita tentang seorang seniman Rusia yang melakukan protes dengan bertelanjang bulat di Moskow. Karena udara yang sangat dingin, alat kelamin seniman itu melekat di jalanan beku Lapangan Merah.

The Guardian terbitan Rabu (5/2/2014) menuliskan, di sore tanpa salju di Moskow, Petr Pavlensky menuju salah satu sudut Lapangan Merah. Tak sampai satu menit seniman 29 tahun itu melepaskan baju dan telanjang lalu duduk di lantai berbatuan Lapangan Merah. Sekelompok turis yang berkunjung ke lapangan bersejarah itu, tak menggubrisnya.

Seorang polisi menghampirinya dan minta agar Pavlensky berdiri. Namun seniman asal St. Petersburg itu tak mampu berdiri. Usut punya usut ternyata 'burungnya' menyatu dan membeku dengan batu lantai lapangan itu. Pak polisi yang kebingungan melempari Pavlensky dengan mantel hangat seraya menelepon ambulans dan petugas palang merah.

Seniman yang pernah melakukan aksi protes dengan menjahit mulutnya itu pun terselamatkan setelah ‘bagian tubuhnya’ yang lengket itu disiram dengan air hangat. Petr Pavlensky dikirim ke rumah sakit, diobati dan dilepaskan tanpa dikenai tuduhan apa-apa. Pihak keamanan Moskow menilai Petr Pavlensky tidak melakukan aksi holiganisme bermotif kebencian sosial, etnis dan agama tertentu seperti yang dijatuhkan terhadap kelompok Pussy Riot.

Saat ditanya The Guardian, Petr Pavlensky mengaku siap untuk ditahan. ‘’Saya sudah bawa kaos kaki, celana panjang, semuanya. Saya siap menghadapi segala kemungkinan,’’ katanya.

Dalam pernyataan tertulisnya, Petr Pavlensky menjelaskan aksi ‘Telanjang di Lapangan Merah’ itu diberi nama Fixation (pendalaman). Aksi itu dilakukan bertepatan dengan Hari Polisi Rusia sebagai metafora apatis, mencerminkan perbedaan politik dan fatalisme masyarakat Rusia modern.

‘’Saya tidak pernah meninggalkan tempat saya melakukan unjuk rasa. Ini penting. Pihak keamanan tidak bisa berbuat apa-apa bila melihat seseorang lengket di Lapangan Merah. Seperti halnya saat saya berbaring di dalam gulungan kawat berduri,’’ kata Petv Pavlensky yang pernah melakukan aksi tidur di dalam gulungan kawat berduri di St. Petersburg,  o kay





Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Minggu, 21 April 2024
Jumat, 15 Maret 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
Rabu, 06 Maret 2024
Kamis, 01 Februari 2024
Minggu, 10 Desember 2023
Minggu, 01 Oktober 2023
Jumat, 22 September 2023
Rabu, 23 Agustus 2023
Kamis, 13 April 2023
Sabtu, 01 April 2023
Kamis, 30 Maret 2023