Beritabatavia.com -
Setelah sepekan buron, pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap Sulistyowati (36), warga Kampung Poncol Lestari RT 01/09, Pamulang Timur, Tangerang Selatan, akhirnya berhasil ditangkap petugas Polres Metro Jakarta Selatan. Tersangka Cecep Baharudin (29) diringkus di Pandeglang, Banten, Kamis (22/7) malam. Dari tangan tersangka, petugas juga menyita satu unit sepeda motor Yamaha Mio milik korban.
Ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (23/7), Cecep mengaku dirinya tidak berniat membunuh korban. Saat itu, Kamis (15/7), Cecep mendatangi kediaman korban dan hendak mencuri sepeda motor, lantaran terdesak untuk membayar utang. Namun, aksinya dipergoki korban hingga pria pengangguran ini menikam tubuh korban beberapa kali.
Saya tidak berniat membunuh. Tapi, karena dia melawan dan berusaha berteriak, saya panic dan langsung menusuk perutnya beberapa kali, aku Cecep.
Usai membunuh, jasad korban lalu diseret ke dalam kamar mandi. Tindakan ini dilakukan agar perbuatannya tidak cepat diketahui oleh warga sekitar. Tak lama berselang, bapak dua ini lantas menggasak sepeda motorYamaha Mio korban dan melarikan diri. Sepeda motor, mau saya jual untuk membayar utang, ujarnya.
Mengenai dugaan adanya tindakan pemerkosaan terhadap korban, karena saat ditemukan hanya mengenakan celana dalam, tersangka membantahnya. Saya tidak memerkosa, cuma saya memegang kemaluannya, ungkap pria berbadan gempal ini.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Nurdin Satriaji kepada wartawan mengatakan, tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis, seperti pasal 365 KUHP tentang perampok, pasal 338 tentang pembunuhan dan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sulistyowati ditemukan bersimbah darah di dalam kamar mandi rumahnya, Kamis (15/7) sore. Penemuan jasad korban diawali kecurigaan kedua anak Sulistyowati , Dea dan Dimas yang terkejut menemukan cecera darah dilantai saat menengok dari jendela.
Mereka lantas meminta bantuan seorang warga bernama Rahmat Sofyan untuk memeriksa ke dalam rumah. Saat itulah, Rahmat mendapati tubuh korban tergeletak bersimbah darah mandi dengan empat luka tusuk di perut, punggung dan leher. O nor