Beritabatavia.com -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan simpati dan duka mendalam bagi keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang oleh pemerintah Malaysia dinyatakan hilang di sekitar Samudera Hindia di barat Australia.
Presiden dalam akun twittering @SBYudhoyono yang dipantau di Jakarta, Selasa (25/3), menyatakan duka yang mendalam kepada keluarga korban, khususnya penumpang warga negara Indonesia yang berjumlah tujuh orang.
'Indonesia berdukacita atas tragedi yang menimpa pesawat MH370 semoga keluarga yang ditinggalkan tabah,' kata Presiden.
Secara khusus Presiden juga menyampaikan duka bagi keluarga tujuh penumpang MH370 asal Indonesia.
'Dukacita mendalam khususnya bagi keluarga tujuh penumpang MH370 asal Indonesia,' kata Kepala Negara.
Presiden juga menyampaikan duka cita kepada masyarakat Malaysia dan pemerintah Malaysia atas musibah ini.
'Kepada bangsa Malaysia dan PM Najib Razak, kami mengucapkan duka cita atas tragedi ini,' ujar presiden.
Misi Bunuh Diri?Salah satu surat kabar ternama Inggris, The Telegraph, hari ini memberitakan bahwa Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 jatuh di Samudera Hindia akibat misi bunuh diri.
Kabar ini disampaikan The Telegraph mengutip sumber yang terlibat dalam penyelidikan MH307 yang disebut koran ini sebagai sumber sangat terpercaya.
Tim yang menyelidiki hilangnya pesawat Boeing 777 itu meyakini bahwa tidak ada malfungsi (kerusakan pesawat) atau kebakaran yang bisa menjadi penyebab penerbangan tidak lazim pesawat tersebut atau matinya sistem komunikasi sebelum pesawat itu membelok sangat tajam dari jalurnya kepada penerbangan sunyi senyap selama tujuh jam di atas samudera, lapor The Telegraph mengutip sumber tersebut.
Sebuah analisis dari rute penerbangan, sinyal dan komunikasi menunjukkan bahwa pesawat itu terbang dalam cara yang masuk akal.
Sumber itu berkata kepada The Telegraph bahwa para penyelidik yakin bahwa ini adalah tindakan sengaja seseorang di dalam pesawat yang memiliki pengetahuan sangat mendalam untuk melakukan yang telah dilakukannya.
Dia mengatakan tidak ada motif selain misi bunuh diri itu.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pesawat mengalami malfungsi atau kebakaran dalam pesawat, sumber itu menegaskan: 'Para penyelidik telah menempuh proses bagaimana Anda membawa pesawat itu terbang selama delapan jam. Para penyelidik menyimpulkan pesawat itu diterbangkan dengan cara yang masuk akal.'
Co pilot Tak Mungkin BerbuatMalaysia Airlines untuk pertama kalinya kemarin mengungkapkan bahwa Fariq Abdul Hamid, co-pilot berusia 27 tahun, berada di MH370 sebagai pilot penuh Boeing 777.
Fariq bergabung dengan Malaysia Airlines tujuh tahun lalu dan telah memiliki 2.763 jam terbang namun hanya enam kali berada di kokpit Boeing 777. Penerbangan MH370 adalah untuk pertama kalinya dia berada di kokpit pesawat jenis ini sebagai pilot penuh, karena lima penerbangan sebelumnya selalu didampingi pilot latih atau dalam status latihan.
Untuk itulah para analis meyakini ketidakberpengalaman sang co-pilot dalam menerbangkan Boeing 777 membuatnya tak mungkin menjalankan misi bunuh diri, demikian The Telegraph. O brn/ant/telegraph. foto: AFP