Beritabatavia.com -
Pemerintah menghimbau WNI yang melakukan ibadah umroh ke Arab Saudi, untuk mewaspadai dan menjaga kondisi ketahanan tubuh karena virus MERS, yang sedang mewabah disana, belum ada obat dan vaksinnya.
Menko Kesra HR. Agung Laksono menyatakan prihatin atas kejadian luar biasa terhadap virus MERS-CoV di Arab Saudi.
Sejak April 2012 novel coronavirus telah menular di Timur Tengah. Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) adalah satu strain baru dari virus corona yang belum pernah ditemukan menginfeksi manusia sebelumnya. MERS-CoV merupakan Emerging Infectious Diseases berpotensi menjadi pandemic dan diduga oleh organisasi kesehatan hewan dunia (OIE) bersifat zoonosis karena virus ditemukan pada onta.
Gejala yang timbul akibat MERS-CoV dari gangguan pernafasan ringan sampai berat (Acute Respiratory Distress Syndrome / ARDS) dengan kegagalan multi-organ yaitu gagal ginjal, gangguan fungsi pembekuan darah (Disseminated Intravascular Coagulation / DIC) dan radang selaput jantung (pericarditis). Masa inkubasi mulai 2 sampai 15 hari.
Penularan MERS-CoV berasal dari hewan ke manusia dilanjutkan penularan antar manusia. Sampai dengan saat ini belum ditemukan vaksin dan obat untuk MERS-CoV. Sejak September 2012 sampai dengan 26 April 2014 sebanyak 261 orang positif dengan jumlah korban jiwa 93 orang (Case Fatality Rate = 35,6 persen), dan terjadi peningkatan kejadian pada bulan Maret. Sebagian besar orang tertular setelah melakukan kontak dengan hewan setelah berkunjung ke Timur Tengah. Penyebaran di negara luar Timur Tengah terjadi karena penanganan pasien tanpa alat pelindung diri dan kontak langsung dengan orang tertular.
MERS-CoV telah menyebar ke 15 negara, yaitu : Saudi Arabia, Jordania, Qatar, Tunisia, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Perancis, Jerman, Italia, Inggris, yunani, Filipina, dan Malaysia yang tertular pada April 2014 setelah warga negaranya menjalankan ibadah umroh. USA melaporkan penularan MERS-CoV pada 2 Mei 2014. Pada 27 April, NA (61 tahun) seorang WNI yang tinggal di Arab Saudi meninggal dunia akibat MERS-CoV.
Resiko Penularan MERS-CoV :
• Penanganan pasien MERS-CoV tanpa alat pelindung diri;
• Kontak dengan lingkungan terkontaminasi;
• Kontak dengan cairan bersin dan batuk;
• Kontak dengan hewan diduga sebagai penular (kelelawar dan onta).
Kelompok beresiko tertular :
• Jamaah haji/umroh;
• Tenaga Kerja Indonesia di Timur Tengah;
• Tenaga Kesehatan yang menangani pasien MERS-CoV;
• Wisatawan dan masyarakat lainnya yang berkunjung ke Timur Tengah dan kontak dengan hewan penular atau orang terinfeksi.
Langkah-langkah antisipasi oleh pemerintah telah dilakukan:
1. Menko Kesra memimpin koordinasi lintas sektor melalui Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis (Komnas PZ) dengan melibatkan Kemenkes, Kemendagri, Kemenhub, Kemenag, Kemenlu, dan BNP2TKI untuk mengintegrasikan upaya antisipasi masuknya MERS-CoV ke Indonesia dan perlindungan jamaah haji/umroh serta tenaga kerja Indonesia di Timur Tengah;
1. Peningkatan kegiatan pemantauan di point of entry, pintu masuk negara (penyebaran health alert card, pemasangan leaflet dan banner di pintu masuk Indonesia);
2. Penguatan Surveilans epidemilogi termasuk surveilans pneumonia;
3. Pemberitahuan ke dinas kesehatan propinsi dan kantor kesehatan pelabuhan tentang kesiapsiagaan menghadapi MERS-CoV melalui SE Dirjen P2PL No. HK.03.03/D/II.1/110/2013 tentang kewaspadaan peningkatan kasus Novel Coronavirus;
4. Pemberitahuan ke rumah sakit tentang kesiapsiagaan dan tatalaksana MERS-CoV (point 3 dan 4 disampaikan berkala sesuai perkembangan iptek melaporkan bila ada kasus);
5. Mempersiapkan 100 rumah sakit rujukan flu burung sebagai rujukan MERS-CoV;
6. Laboratorium Rujukan MERS-CoV adalah Lab.Badan Litbangkes-Kemenkes;
7. Meningkatkan kesiapan laboratorium termasuk penyediaan reagen dan alat diagnostic;
8. Diseminasi informasi ke masyarakat terutama calon jamaah haji dan umroh serta petugas haji Indonesia;
9. Meningkatkan hubungan internasional.
10. Simulasi kesiapsiagaan penanggulangan pandemic MERS-CoV secara lintas sector di pelabuhan Murhum-kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara
Langkah-langkah antisipasi personal yang dapat dilakukan masyarakat:
• Menggunakan masker;
• Menghindari kontak erat dengan orang yang sakit saluran pernapasan;
• Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun;
• Menerapkan etika batuk ketika sakit (menutup dengan kain);
• Bila bepergian ke negara Timur Tengah dan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan akut segera melapor ke petugas kesehatan;
• Menggunakan alat pelindung diri yang memadai bagi petugas kesehatan yang menangani pasien tertular MERS-CoV. O humas kemenkokesra