Beritabatavia.com -
Salah satu Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Adnan Pandu Praja menghimbau agar pada Pilpres 9 Juli nanti masyarakat yang melapor dugaan pelanggaraan Pilpres lebih spesifik dan akurat. Agar bisa segera ditindaklanjuti. 'Dugaan pelanggaran pemilu pasti ada, namun personil kami kurang, sehingga masyarakat diharapkan partisipasinya untuk melapor,' ujarnya di Jakarta, awal pekan ini.
KPK, lanjut Adnan akan membantu memantau pelaksanaan Pilpres, sehingga bisa diketahui mana yang suka bermoney politics, selanjutnya bisa diselidiki apakah uang itu hasil korupsi, kolusi, nepotisme.
Komisioner Badan Pengawas Pemilu Pusat, Nasrulah mengaku pada 2014 ini mulai muncul kesadaran masyarakat untuk melapor jika terjadi kecurangan dalam Pileg. 'Tapi masih sebatas informasi, mereka belum mau menjadi saksi. Kami butuh relawan untuk melaporkan dan mau menjadi saksi' pinta Nasrulah. Dia menyebut agar masyarakat jangan takut, karena akan dilindungi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
MatamassaSetelah dua pasang calon presiden dan wakil presiden resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum 2014, tak lama lagi kampanye pilpres akan dimulai. Untuk itu, Matamassa melanjutkan perannya sebagai gerakan pemantauan Pemilu oleh publik. Pada tahap awal ini, MataMassa membuka kanal laporan tentang Daftar Pemilih. 'Masyarakat yang belum terdaftar pada Pemilu Legislatif kemarin, bisa melapor ke MataMassa dengan menyebutkan identitas dan alamatnya,' tutur Muhammad Irham, Project Officer MataMassa, awal pekan ini
Kanal Daftar Pemilih Tetap dibuka untuk memfasilitasi masyarakat yang pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu tidak terdaftar sehingga tidak dapat memilih. Laporan masyarakat yang masuk ke MataMassa akan langsung diteruskan ke KPU sehingga KPU dapat terbantu
melengkapi data yang mereka terima dari petugas di lapangan. Selain melapor ke MataMassa, masyarakat yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih melapor ke kelurahan untuk dicatat sebagai pemilih pada Pilpres 9 Juli mendatang.
Pada Pilpres kali ini MataMassa melebarkan fokus pemantauan ke seluruh kota di Indonesia dengan basis pemantau aktif di tujuh kota, yakni di tujuh kota yakni Padang, Ambon, Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Pontianak, dan Semarang. Tujuh kota ini dipilih berdasarkan jaringan partner MataMassa, yakni LBH Pers, Perludem, dan Transparency International Indonesia.
Selama pemilihan legislatif lalu, Matamassa menyelenggarakan pemantauan pelanggaran Pemilu di area Jabodetabek. Walau demikian, Matamassa banyak menerima laporan dari berbagai daerah, dari ujung Sumatera hingga Papua. Melihat antusiasme pelaporan dari
masyarakat ini, Matamassa meluaskan jangkauan pemantauan.
'Kami ingin lebih banyak lagi masyarakat yang terlibat aktif dalam pemantauan pelanggaran Pemilu. Dengan potensi pelanggaran yang besar dalam pilpres, perlu partisipasi warga yang lebih luas demi Pemilu yang lebih bersih,' ujar Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Umar Idris.
MataMassa merupakan program pemantauan pemilu hasil kerja bareng antara AJI Jakarta, iLab dan SEATTI. Laporan masyarakat dapat disampaikan melalui situs www.matamassa.org, aplikasi di Android dan iOs (ketik MataMassa), email lapor@matamassa.org dan pesansingkat (SMS) ke 0813-7020-2014. Laporan tersebut harus disertai identitas pelapor (nama, nomor telpon atau email) agar MataMassa dapat melakukan verifikasi kebenaran laporan.
Namun ketika laporan tersebut dipublikasi dan disampaikan ke Bawaslu dan KPU, identitas pelapor akan dirahasiakan. O brn