Beritabatavia.com -
RS, dokter yang kini mendekam di LP Cipinang ternyata menargetkan sperma 70 anak untuk diminum. Jumlah tersebut harus terpenuhi agar bisa mendapatkan kesaktian. Ritual minum sperma dilakukan RS di hadapan para 'pasien'.
Ironisnya, praktik ini berlangsung di salah satu kamar praktik sang dokter di Polkilinik LP Cipinang. Untuk menjerat para korban, RS mengimingi-imingi mereka mendapatkan kesaktian, kepintaran dan berwajah tampan. Agar, aksinya tidak diketahui, sang dokter kerap menggelar ritual pada malam hari.
Target 70 anak yang harus dicabuli tersebut terkuak saat massa Koalisi Peduli Anak (KPA) menggelar unjukrasa di depan Kanwil Depkhum HAM, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (28/7)
Menurut salah seorang pengunjuk rasa, anak-anak tidak kuasa menolak lantaran terpengaruh oleh minuman yang diberikan sang dokter. Sebelum melakukan pencabulan, anak-anak harus minum air dari gelas berisi berlian. KPA menduga, air minum tersebut sudah dicampuri zat adiktif seperti narkoba. Usai minum, anak-anak mengaku sempoyongan dan tidak sadarkan diri. Saat itulah, RS melakukan pencabulan. o nor