Rabu, 20 Mei 2015

Pemprov Jakarta Ajukan Izin Toko Khusus Jual Miras

Pemprov Jakarta Ajukan Izin Toko Khusus Jual Miras

Beritabatavia.com - Berita tentang Pemprov Jakarta Ajukan Izin Toko Khusus Jual Miras

Gubernur DKI Jakarta, Ahok tengah berupaya untuk memperoleh izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendag) untuk mendirikan toko khusus penjualan bir ...

Ist.
Beritabatavia.com - Gubernur DKI Jakarta, Ahok tengah berupaya untuk memperoleh izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendag) untuk mendirikan toko khusus penjualan bir dan minuman keras (miras). Hal ini untuk mengantisipasi praktik penjualan miras ilegal.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, tak ada yang salah terkait wacana pendirian toko khusus menjual minuman keras dan alkohol. Sebab, bila tempat penjualan minuman tersebut dibatasi, maka berpotensi meningkatkan penjualan minol ilegal. "Itu izin toko biasa saja. Sama kayak orang toko cerutu, toko wine di mall, sama saja dan enggak ada salahnya itu," ujar Ahok di Balai Kota, kemarin.

Kendati demikian, Ahok menjelaskan, toko khusus itu hanya menjual minuman yang memiliki kadar alkohol yang diizinkan oleh Kemendagri. Hanya pembeli yang membawa kartu tanda pengenal dan berusia lebih 21 tahun yang bisa melakukan transaksi di toko itu. "Seperti di luar negeri saja. Orang yang masuk ke sana khusus beli minuman saja, tidak semua bisa masuk, hanya yang umur 21," jelas Ahok.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Joko Kundaryo, mengatakan pendirian toko khusus bir dan minuman beralkohol di Jakarta masih menunggu keputusan dari Kemendag dan juga para stake holder.

Ia mengutarakan, sebelum Permendag nomor 20 tahun 2013 dirubah menjadi Permendag nomor 6 tahun 2015, Pemerintah Daerah (Pemda) provinsi diperbolehkan mendirikan toko khusus minuman beralkohol. Namun, karena di Ibukota telah banyak berdiri minimarket yang‎ menjual miras, Pemprov DKI tidak mendirikan toko itu.

"Jadi sebelum Permendag nomor 20 tahun 2013 diubah menjadi Permendag nomor 6 tahun 2015, ada aturannya Pemda boleh mendirikan‎ toko miras dan menentukan lokasi-lokasinya di mana. Selama ini Pemda DKI belum pernah melakukan itu," jelasnya.

Joko menerangkan, di Permendag nomor 20 tah‎un 2013 itu juga disebutkan, pendirian toko miras harus jauh dari tempat-tempat ibadah, sekolah dan gelanggang remaja serta rumah sakit. Dalam aturan tersebut juga dijelaskan toko khusus miras minimal harus memiliki ukuran 12 meter persegi untuk memajang barang dagangannya. "Wacana ini masih terus kita diskusikan. ‎Saat ini juga belum ada investor yang ingin bangun toko khusus miras," tuturnya‎.

Sedangkan secara terpisah, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin menyatakan, fraksinya mendukung rencana Ahok memberi izin pendirian minimarket atau toko yang secara khusus menjual bir dan minuman keras. "Kami setuju asal dibatasi jumlahnya," ujar Selamat.

Ia mengatakan, langkah Ahok itu akan mampu mencegah peredaran minuman keras secara ilegal jika dilakukan dengan benar. Namun, izin terhadap pendirian tempat-tempat yang menjual bir dan minuman keras secara khusus hanya boleh diberikan oleh Pemprov DKI jika tempat-tempat itu diajukan untuk didirikan di lokasi-lokasi yang tidak mudah ditemui. "Harus jauh juga dari sekolah, tempat ibadah, dan keramaian," ujarnya menambahkan.

Hal itu dilakukan agar masyarakat yang bukan pengonsumsi bir dan minuman keras tidak tergoda untuk membeli. Selain itu, syarat-syarat untuk mendirikan tempat-tempat seperti itu harus ketat, seperti syarat yang diterapkan terhadap pengajuan izin untuk menjual minuman keras di hotel dan restoran.

Selain itu, izin pendirian tempat hanya diperbolehkan setelah pihak yang mengajukannya mendapat persetujuan dari masyarakat, ulama, agamawan, dan pemerhati sosial setempat."Intinya harus disepakati oleh banyak pihak," pungkasnya. o pko

Berita Lainnya
Sabtu, 28 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Senin, 02 September 2019