Beritabatavia.com -
Warga negara Indonesia (WNI) yang tewas dalam kecelakaan crane di Makkah, Arab Saudi bertambah menjadi enam orang. Dan yang mengalami cedera berat maupun ringan sebanyak 31 orang, hingga kini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit Makkah.
Total WNI yang menjadi korban dalam kejadian tersebut mencapai 37 orang. Tambahan empat (korban tewas) sedang dikonfirmasikan. Jumlah luka-luka menjadi 31 orang, ujar Konjen RI untuk Jeddah, Darmakirty Sailendra Putra, Sabtu (12/9/2015).
Tim KJRI bersama Tim Haji masih terus menangani korban yang sudah ditemukan. Tim juga masih terus melakukan sweeping untuk mencari kemungkinan adanya korban WNI lainnya, mengingat jamaah haji Indonesia merupakan jamaah terbesar.
Konsulat Jenderal RI bersama Staf Teknis Haji di Jeddah sedang melakukan koordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan WNI yang menjadi korban mendapatkan penanganan terbaik.
Kementerian Luar Negeri menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang terjadi, dan akan memastikan proses identifikasi bersama dengan pihak terkait lainnya, serta bantuan bagi korban WNI dapat diberikan secepatnya.
Direktur Jenderal Pertahanan Sipil (GDCD) Arab Saudi Letnan Jenderal Suleiman Al-Omar mengkonfirmasi penyebab jatuhnya crane di Makkah, disebabkan angin kencang.
Bagi keluarga yang ingin mengetahui daftar dan kondisi korban terakhir, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan hotline di +966 543603154.
Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin
untuk menangani dan memberikan bantuan optimal WNI yang menjadi korban
crane yang jatuh jatuh di Masjidil Haram. Selain itu KJRI Jeddah diminta
beroperasi dan membantu proses dengan sebaik mungkin.
"Saya sudah meminta
Amirul Haj (menteri agama RI-red) dan KJRI
di Jeddah untuk beri bantuan seoptimal mungkin (bagi para korban-red),"
kata Presiden Jokowi di Istana Raja Faisal, Jeddah, Jumat (11/9/2015)
malam.
Sementara itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkap Presiden
Jokowi sempat ingin menjenguk korban asal Indonesia yang dirawat di
Mekah. Namun hal tersebut sulit dilakukan karena masalah pengamanan tamu
negara.
"Atas berbagai pertimbangan masalah sekuriti dari pemerintah Saudi
Arabia, tidak bisa menjenguk dan perlu koordinasi yang panjang," kata
Pramono.
Jalan menuju Masjidil Haram macet parah akibat cuaca buruk sebelum
insiden crane terjadi. Tapi Presiden minta Menteri Agama dan Menteri
Luar Negeri untuk tetap memantau korban, serta menegaskan negara akan
memberikan santunan pada korban.
Seskab mengatakan saat ini Menteri Agama berada di Mekkah untuk
memastikan berapa jumlah korban yang berasal dari WNI sehingga tidak
terjadi kesimpangsiuran. o ndy