Jumat, 25 September 2015 11:52:32

Tragedi Mina, 3 Jemaah Indonesia Meregang Nyawa

Tragedi Mina, 3 Jemaah Indonesia Meregang Nyawa

Beritabatavia.com - Berita tentang Tragedi Mina, 3 Jemaah Indonesia Meregang Nyawa

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan, untuk sementara tiga korban meninggal dalam musibah jamaah terinjak-injak di Jalan Arab 204, ...

 Tragedi Mina, 3 Jemaah Indonesia Meregang Nyawa Ist.
Beritabatavia.com -
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan, untuk sementara tiga korban meninggal dalam musibah jamaah terinjak-injak di Jalan Arab 204, Mina. Ia memastikan tiga korban meninggal tersebut setelah mengunjungi Rumah Sakit Al Jisr, Mina, Kamis malam (24/9) waktu setempat.

Korban meninggal yang sudah bisa dikenali adalah Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) asal Kelompok terbang (Kloter) Surabaya (SUB) 48, laki-laki, Probolinggi 3 Mei 1964, maktab 2, nomor paspor B1467965.

Kemudian, Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50 tahun) asal Kloter Batam (BTH) 14, maktab 1, nomor paspor A2708446. Mereka meninggal dalam tragedi saat menuju Jamarat untuk melontar jamrah Kamis pagi. Benar. Ada tiga jamaah yang meninggal, dua sudah dikenali, satu masih proses identifikasi, katanya.

Peristiwa itu menyebabkan korban jiwa yang cukup besar, mencapai ratusan orang. Namun sebagian besar adalah jamaah dari wilayah Arab dan Afrika. Berdasarkan informasi Kepala Daker Mekkah Arsyad Hidayat, Jalan Arab 204, bukan jalan jamaah Indonesia menuju Jamarat, karena sebagian jamaah Indonesia diarahkan ke jalan King Fahd dan Moasim. Mungkin yang bersangkutan kesasar atau tidak tahu jalan. Jalan itu diperuntukkan bagi jemaah haji dari Mesir, Afrika, dan Asia Selatan, katanya.

Terkait korban yang belum dikenali, ia mengatakan identitasnya masih ditelusuri, karena korban tidak menggunakan gelang identitas yang biasa dikenakan jamaah terkait nama, nomor kloter dan embarkasi, serta nomor passpor.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur memastikan, dua dari tiga korban musibah terowongan Mina, Mekkah, asal Indonesia merupakan jamaah haji dari Probolinggo, Jawa Timur. Keduanya tergabung dalamĀ  Kelompok Terbang 48/Debarkasi Surabaya (SUB).

Hingga Kamis (25/9) malam, informasi memang masih simpang siur, ada yang menyebut dari Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, dan seterusnya, kata Kepala Humas Kanwil Kemenag Jatim Mahsun Zain di Surabaya, Jumat (25/9).

Namun, katanya, Kemenag RI sudah memastikan untuk sementara tercatat tiga korban meninggal dunia dalam musibah jamaah terinjak-injak di Jalan Arab 204, Mina, Mekkah, saat menuju Jamarat untuk melontar jamrah, Kamis (24/9) pagi.

Dua dari tiga korban itu berasal dari Probolinggo, sedangkan satu korban lainnya dari Debarkasi Batam. Bahkan, Wagub Jatim H Saifullah Yusuf langsung ke Probolinggo bersama Pak Mahfud Shodar (Kakanwil Kemenag Jatim) pada Jumat (25/9) pagi, katanya.

Dua haji yang menjadi korban meninggal dunia dari Probolinggo adalah Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) asal Kelompok terbang (Kloter) 48/Surabaya (SUB), kelahiran Probolinggo 3 Mei 1964, Maktab 2, nomor paspor B1467965. Satu korban tewas lagi dari Kloter 48/Debarkasi Surabaya (SUB) adalah Sumaniro dari Desa Triwungan, Blok Krajan, Kecamatan Kota Anyar, Kabupaten Probolinggo, katanya.

Khusus Sumaniro, identifikasi masih terus dilakukan, namun kesaksian sudah disampaikan Ketua Rombongan (Karom) Mugi Suryojaya dari Kloter 48/Debarkasi Surabaya (SUB). Kami berangkat melempar jamrah dari Mina Jadid. Sesampai di Jalan 204, sebelum jembatan, tampak jamaah menumpuk dari dua arah. Lokasinya setelah pasar. Saya melihat langsung Pak Niro meninggal dalam peristiwa itu, kata Mugi Suryojaya.

Di Media Center Haji (MCH) di Mina, Mugi menjelaskan saat itu jamaah yang mau masuk bertemu dengan jamaah yang akan ke luar di jalan tersebut. Kami terhimpit, kebanyakan kepanasan dan akhirnya korban berjatuhan. Salah satu korban yang meninggal merupakan anggota rombongan saya, katanya.

Ia merinci nama jamaahnya adalah Niro dari Probolinggo. Saat di lokasi kejadian, dia lepas dari dirinya. Beberapa saat kemudian, saya lihat digotong sama askar (petugas Arab) dan ditaruh di bawah jembatan, wajahnya ditutup kain ihram, katanya.

Kesaksian juga disampaikan salah seorang anggota rombongan yang selamat, Hasan. Ia mengaku jenazah Niro itu langsung dibawa askar. Ketika kejadian, almarhum berada di belakang posisinya.

PPIH Arab Saudi mengidentifikasi korban dari Debarkasi Batam adalah Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50 tahun) asal Kloter 14/ Batam (BTH) 14, Maktab 1, nomor paspor A2708446. o ndy



Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Minggu, 21 April 2024
Jumat, 15 Maret 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
Rabu, 06 Maret 2024
Kamis, 01 Februari 2024
Minggu, 10 Desember 2023
Minggu, 01 Oktober 2023
Jumat, 22 September 2023
Rabu, 23 Agustus 2023
Kamis, 13 April 2023
Sabtu, 01 April 2023
Kamis, 30 Maret 2023