Beritabatavia.com -
Kelompok radikal ISIS mengeluarkan video terbarunya pada Kamis (19/11). Dalam video itu, ISIS mengancam akan menghancurkan Gedung Putih dan berjanji akan terus menyerang Prancis.
Video berdurasi enam menit itu dirilis oleh ISIS dari Iraq. Video tersebut juga berisi tanggapan mengenai serangan Paris yang terjadi pada pekan lalu. Selain video tersebut, digambarkan kota New York akan menjadi target selanjutnya.
Selain akan melakukan beberapa penyerangan kembali, ISIS juga telah terang-terangan menyatakan bertanggung jawab atas insiden bom di Paris yang telah memakan 129 korban.
Direktur FBI, James Comey menyatakan bahwa ia tidak khawatir dengan ancaman yang telah diberikan. Sedangkan , juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri, John Kirby menyatakan akan segera memeriksa kebenaran atas video tersebut. Setiap orang di pemerintahan AS akan menyikapi dengan serius terkait video tersebut, tuturnya. Namun, Departemen keamanan dalam negeri masih enggan berkomentar terkait ancaman video tersebut.
Dalam video tersebut, ISIS juga memasukkan cuplikan berita terkait penyerangan Paris. Dalam video berjudul Paris Before Rome, ISIS menargetkan untuk melakukan penyerangan kembali di berbagai monumen di kota Paris dan berjanji akan menyerang Gedung Putih. Kami akan menghancurkannya, seperti kami menghancurkan tempat-tempat lainnya, ujar salah seorang anggota ISIS dalam video tersebut.
Dalam video tersebut ISIS juga mengancam Presiden AS, Barack Obama dan Presiden Prancis, Francois Hollande. Kami akan membunuh mereka dengan ledakan, ujar salah seorang anggota ISIS dalam video tersebut. o ndy