Jumat, 10 Juni 2016

RA Sang Pembunuh Enno Dituntut 10 tahun

RA Sang Pembunuh Enno Dituntut 10 tahun

Beritabatavia.com - Berita tentang RA Sang Pembunuh Enno Dituntut 10 tahun

RA (16), terdakwa perkosaan dan pembunuhan karyawati Enno Parihah (18) hanya dituntut 10 tahun penjara oleh Tim Jaksa M.Ikbal Hadjarati, Agus ...

Ist.
Beritabatavia.com - RA (16), terdakwa perkosaan dan pembunuhan karyawati Enno Parihah (18) hanya dituntut 10 tahun penjara oleh Tim Jaksa M.Ikbal Hadjarati, Agus Kurniawan, Taufik Hidayat, Putri Wulan Wigati di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (10/06). RA dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan terhadap Eno bersama-sama dengan saksi Ahmat Arifin bin Hartono dan Imam Harpriadi bin Muki alias Gemuk.

Jaksa mengenakan pasal 338 KUHP junto pasal 55 KUHP, pasal 339 KUHP UU Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak dan pasal 351 KUHP. Jaksa Ikbal mengatakan timnya telah bekerja keras menyusun tuntutan berdasarkan surat dakwaan dan fakta di persidangan yang diperkuat alat bukti. "Kami menuntut anak RA 10 tahun penjara," kata Ikbal.

Jaksa, berpedoman alat bukti berupa surat visum yang menyatakan ada air liur RA yang menempel pada dada sebelah kiri korban. Dan, alat bukti kedua berupa keterangan ahli yang menyebutkan darah Enno menempel pada tangan kanan RA.  Selain juga ada bukti bekas gigitan di dada korban, yang meninggalkan struktur gigi yang identik dengan gigi RA.

Darah Enno yang menempel di tangan RA itu kemudian diusapkan pada tembok kamar kos dan sidik jarinya menempel di sana, sidik jari itu identik dengan tangan RA. Namun, isi tuntutan itu dipertanyakan oleh penasihat hukum RA. Apalagi, ahli forensik tidak dihadirkan sebagai saksi di persidangan.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tangerang Andri Wiranofa angkat bicara. "Kami punya alat bukti lain yang memperkuat, adanya kesaksian Imam yang melihat RA sedang di atas paha korban," ujar Andri.

RA menjalani sidang secara maraton sejak Selasa, 7 Juni 2016. Sidang yang dipimpin Hakim R.A.Suharni digelar tertutup untuk umum karena RA masih di bawah umur.

Enno dibunuh dan diperkosa di mes wanita pabrik plastik pada Jumat, 13 Mei 2016. Korban tewas mengenaskan, pada bagian tubuh vitalnya dijejali cangkul. Polisi nenetapkan RA serta Rahmat Arifin bin Hartono dan Imam Harpriadi bin Muki alias Gemuk sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Tuntutan yang dianggap ringan itu membuat keluarga korban Enno emosi malah sempat histeris. "Dasar biadab, masa manusia iblis itu hanya dituntut 10 tahun. Pengadilan tidak adil," teriak kakak Enno Parihah, Dita (25), usai persidangan.

Sambil berlari mengejar orangtua RA, yaitu Nahyudin dan Neneng yang baru keluar dari ruang sidang, Dita melemparkan sepatunya ke arah mereka. "Orangtua macam apa kalian, punya anak kelakuannya kayak iblis. Dikasih makan makanan haram yah," teriak Dita sambil kembali mengejar dan melempar sepatunya.

Keluarga Enno Parihah yang ada di depan ruang sidang kecewa karena mereka tidak bisa masuk ke dalam untuk menyaksikan sidang. "Ada apa dengan pengadilan ini, kami disuruh datang tetapi kami tidak diizinkan masuk. Malah keluarga pelaku yang boleh," teriak Dita.

Sementara di luar gedung pengadilan, ratusan warga Serang, Banten menghadiri sidang tuntutan terhadap terdakwa RA (16). Dalam aksinya itu, ratusan warga mendesak agar majelis hakim menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa. 

Dalam aksinya, jika terdakwa tidak dihukum mati, mereka mengancam akan mengerahkan seluruh warga Serang untuk menyerbu PN Tangerang. "Jika hukum tidak bisa ditegakkan, jika hukum tidak bisa berlaku adil, maka kami seluruh warga Serang, Banten, yang akan bertindak," teriak Salman, seorang pendukung Eno Parihah

Massa menilai pembunuhan Enno sangat keji dan pembunuhnya harus dihukum setimpal. "Kalau mereka tidak dihukum mati, maka kami seluruh warga Serang, Banten akan datang ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk buat perhitungan," ujar Salman.

Selain berorasi dan membentang spanduk kecaman, massa juga menginjak-injak gambar para terdakwa pembunuh Enno Parihah. Mereka terus berteriak meminta pembunuh Enno dihukum mati. Pantauan di lokasi, massa masih terus beraksi sambil menanti pembacaan tuntutan dari jaksa terhadap terdakwa pembunuh Eno, RA, di PN Tangerang. o eee




Berita Lainnya
Senin, 27 Mei 2019
Sabtu, 25 Mei 2019
Kamis, 23 Mei 2019
Selasa, 21 Mei 2019
Minggu, 19 Mei 2019
Sabtu, 18 Mei 2019
Jumat, 17 Mei 2019
Kamis, 16 Mei 2019
Rabu, 15 Mei 2019
Selasa, 14 Mei 2019
Senin, 13 Mei 2019
Senin, 13 Mei 2019