Jumat, 01 Juli 2016

Kasus Suap, Panitera & Pengacara Jadi Tersangka

Kasus Suap, Panitera & Pengacara Jadi Tersangka

Beritabatavia.com - Berita tentang Kasus Suap, Panitera & Pengacara Jadi Tersangka


M. Santoso, Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat; Raoul Adhitya Wiranatakusumah, pengacara dari kantor Wiranatakusumah Legal & ...

Ist.
Beritabatavia.com -
M. Santoso, Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat; Raoul Adhitya Wiranatakusumah, pengacara dari kantor Wiranatakusumah Legal & Consultant; dan Ahmad Yani, staf Raoul, jadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka diduga terlibat suap terkait penanganan perkara perdata di PN Jakpus.

Santoso dan Ahmad Yani diketahui ditangkap KPK pada Kamis 30 Juni 2016. Keduanya, dicokok usai bertransaksi suap. "Setelah pemeriksaan 1x24 jam, KPK menetapkan tiga tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Kantor KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2016)

Saat mengamankan Santoso, KPK diketahui menemukan SGD28 ribu yang dikemas dalam dua amplop coklat. Fulus itu berasal dari Raoul yang diantarkan Ahmad Yani untuk Santoso.
Duit diduga sebagai suap untuk memenangkan perkara perdata PT Kapuas Tunggal Persada yang digugat PT Mitra Maju Sukses. Kemarin, majelis hakim PN Jakpus baru memenangkan PT KTP yang dibela Raoul.

Saat ditangkap aparat KPK, lanjut dia, Santoso sedang naik ojek melintas di kawasan Matraman, Jakarta Pusat. Dia baru saja menerima uang suap dari Ahmad Yani, staf pengacara Raoul Adhitya Wiranatakusumah “KPK menemukan barang bukti berupa uang pecahan dolar Singapura (SGD) yang dibawa SAN, 28 ribu dolar Singapura (Rp 272 juta). Uang itu dibagia dalam dua amplop masingmasing 25 ribu dolar Singapura dan 3 ribu dolar Singapura,” jelasnya.

Diduga uang tersebut terkait putusan kasus perdata antara PT Kapuas Tunggal Persada (PT KTP) melawan PT Mitra Maju Sukses (PT MMS) di PN Jakpus. Perkara itu sudah diputus pada 30 Juni 2016. “Tujuan pemberian suap itu adalah agar PT KTP yang diigugat PT MNS menang. Raoul merupakan pengacara dari PT KTP,” tambah Basaria.

Belum diketahui uang itu akan diberikan kepada siapa saja. Karena logikanya tidak mungkin panitera pengganti itu bisa memenangkan perkara itu tanpa keterlibatan pihak lain. KPK masih akan menelusuri kasus ini untuk mengetahui aliran uang yang dibawa SAN tersebut.

Atas perbuatannya, Santoso disangka melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 30 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sementara, Raoul dan Ahmad disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-undang nomor 30 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. o eee


Berita Lainnya
Sabtu, 09 Maret 2019
Rabu, 06 Maret 2019
Selasa, 05 Maret 2019
Selasa, 05 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Rabu, 27 Februari 2019
Selasa, 26 Februari 2019
Minggu, 24 Februari 2019
Kamis, 21 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019