Rabu, 20 Juli 2016

Sidang Jessica, Hakim Tegur Keluarga Wayan Mirna Salihin

Sidang Jessica, Hakim Tegur Keluarga Wayan Mirna Salihin

Beritabatavia.com - Berita tentang Sidang Jessica, Hakim Tegur Keluarga Wayan Mirna Salihin


Hakim Ketua Kisworo menegur keras keluarga Wayan Mirna Salihin, lantaran sering bertepuk tangan dan bersorak saat tim kuasa hukum terdakwa ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Hakim Ketua Kisworo menegur keras keluarga Wayan Mirna Salihin, lantaran sering bertepuk tangan dan bersorak saat tim kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso melayangkan pertanyaan kepada saksi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2016).

Peristiwa bermula Otto Hasibuan menanyakan sedotan untuk meminum es kopi vietnam. "Kalau standarnya sedotan sudah di gelas?" tanya Otto. "Standarnya bukan di gelas, sedotan itu yang menaruh konsumen. Karena kalau sudah ditaruh di gelas susah menyeduhnya," kata pegawai Kafe Olivier, Marlon Napitupulu, saat menjawab pertanyaan Otto.

Dengar hal itu spontan keluarga Mirna langsung bertepuk tangan dan bersorak. Sehingga, membuat Hakim Ketua Kisworo menegur. "Mohon kepada para penonton untuk tidak berkomentar," ujar Kisworo.

Dalam sidang lanjutan ini, tiga pegawai Kafe Olivier menjadi saksi dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Aprilia Cindy, pegawai kafe, mengatakan pada 6 Januari terdakwa Jessica datang sekira pukul 15:30. Ia memesan meja untuk  empat orang di area non smoking. Ia mengantarnya ke meja 54. Usai memesan meja, Jessica pergi keluar dengan janji kembali pada pukul 16:00. Aprilia meminta nomor telepon Jessica sehingga bisa dihubungi bila terlambat datang.

"Jessica kembali pada pukul 16:14. Berpapasan, Aprilia mengantarnya ke meja yang telah dipesannya untuk empat orang. Jessica memilih table 54 yang berbentuk setengah lingkaran. Meja 53 dan 55 yang juga untuk empat orang sudah terisi," ungkap saksi Aprilia.

Saat datang, ia melihat Jessica membawa dua paper bag biru. "Sebelumnya, dia hanya membawa tas pribadi. Dia menaruh paper bag itu di meja. Tapi saya hanya mengantarkan menu saja, saya tidak tahu dia pesan apa." lanjutnya.

Hakim Kisworo menanyakan pada Aprilia tentang cara penyajian kopi Vietnam. "Kopi mesti disajikan dengan air panas lebih dulu. Kami menyajikannya saat ada yang pesan. Saya tidak mengerti kenapa prosedurnya seperti itu," ungkap Aprilia.

Dijelaskan, sejak awal Vietnam Coffee itu memang disajikan ada susu, batu es dan staw dan disajikan pada saat ada orangnya. Memang seperti itu biasannya,"s sambungnya. "Tapi yang berhak  menaruh sedotannya itu tamu, karena yang mau minum pakai sedotan atau enggak kan tamu karena yang mau minum pakai sedotan atau enggak kan tamu."

Jessica duduk di kursi pesakitan setelah temannya, Wayan Mirna Salihin, tewas usai meminum es kopi Vietnam di kafe pada awal Januari 2016. Belakangan diketahui kopi tersebut mengandung racun sianida.  o ayu



Berita Lainnya
Sabtu, 25 Mei 2019
Kamis, 23 Mei 2019
Selasa, 21 Mei 2019
Minggu, 19 Mei 2019
Sabtu, 18 Mei 2019
Jumat, 17 Mei 2019
Kamis, 16 Mei 2019
Rabu, 15 Mei 2019
Selasa, 14 Mei 2019
Senin, 13 Mei 2019
Senin, 13 Mei 2019
Minggu, 12 Mei 2019