Senin, 17 Oktober 2016

Kasus Korupsi BUMN, Eks Menteri Dahlan Iskan Datangi Kejati Jatim

Kasus Korupsi BUMN, Eks Menteri Dahlan Iskan Datangi Kejati Jatim

Beritabatavia.com - Berita tentang Kasus Korupsi BUMN, Eks Menteri Dahlan Iskan Datangi Kejati Jatim


Dua kali mangkir dari pemanggilan pemeriksaan, akhirnya bekas Menteri BUMN Dahlan Iskan mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Senin ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Dua kali mangkir dari pemanggilan pemeriksaan, akhirnya bekas Menteri BUMN Dahlan Iskan mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Senin (17/10) . Kedatangannya, untuk memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Khusus,  terkait kasus dugaan korupsi pelepasan 33 aset berupa tanah dan bangunan PT Panca Wira Usaha milik BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pada periode tahun 2000 hingga 2010 yang mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp900 miliar.

Dahlan didampingi beberapa pengacaranya, datang di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sekitar pukul 10.18 dengan menggunakan baju warna biru. Bos Jawa Pos Group ini menumpang mobile Toyota warna putih jenis Alparhd Vellfire, bernomor polisi L 854 NS.

Saat itu, Dahlan Iskan menjabat sebagai Direktur Utama PT Panca Wira Usaha. Mengenai kedatangannya, Dahlan tidak banyak memberikan komentar. "Dipanggil sebagai saksi saja," kata pria yang akrab dipanggil DI ini kepada awak media di Kejati Jatim.

Sebelumnya, dalam kasus yang menyita perhatian publik Jawa Timur ini, mantan Ketua DPRD Kota Surabaya yang juga mantan manager pengelola Aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Wisnu Wardhana telah ditahan oleh Kejati Jatim dalam dugaan penjualan aset PWU secara curang dengan nilai total Rp900 Miliar.

Kepala Seksi Penerangan Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Tomy Arizyanto mengatakan penahanan WW tersebut dilakukan selama dua puluh hari kedepan dengan tujuan supaya tersangka tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti.

Kasus aset PWU diusut Kejati Jatim sejak 2015 lalu. Diduga, terdapat 33 aset negara berupa tanah dan bangunan yang dikelola BUMD Pemprov Jatim itu dijual dan disewakan secara nonprosedural semasa Dahlan Iskan menjadi Dirut PT PWU tahun 2000-2010. Akibatnya negara mengalami kerugian sekitar Rp 900 miliar.

Aset-aset PWU yang diduga dilepas secara curang di masa Dahlan Iskan menjabat Direktur Utama PT PWU tahun 2000-2010. Indikasi pelanggaran adalah pelepasan aset itu disetujui Ketua DPRD Jatim saat itu, Bisri Abdul Jalil, tanpa dirapatkan dahulu di dewan. Kejati sudah menaikkan status kasus ini dari penyelidikan ke tingkat penyidikan.

Selain Dahlan Iskan yang disebut-sebut dalam kasus ini, pembeli aset sebagian bukan orang sembarangan. Di antaranya artis sekaligus anggota DPD RI, Emilia Contessa, yang membeli bangunan milik PWU di Banyuwangi.

Selain Emilia, dalam kasus ini Kejati sudah meminta keterangan mantan Ketua DPRD Surabaya, Wishnu Wardhana (mantan manajer aset PWU), dan bos Maspion Group, Alim Markus, selaku mantan Komisaris PWU. o eee


Berita Lainnya
Selasa, 02 Juli 2019
Senin, 01 Juli 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Minggu, 23 Juni 2019
Jumat, 21 Juni 2019
Selasa, 18 Juni 2019
Minggu, 16 Juni 2019
Jumat, 14 Juni 2019
Kamis, 13 Juni 2019