Kamis, 29 Desember 2016

Disuap Predir PT Agung Podomoro, Sanusi Dihukum 7 Tahun

Disuap Predir PT Agung Podomoro, Sanusi Dihukum 7 Tahun

Beritabatavia.com - Berita tentang Disuap Predir PT Agung Podomoro, Sanusi Dihukum 7 Tahun


MOCHAMMAD Sanusi, terpidana kasus suap rancangan peraturan daerah soal reklamasi divonis tujuh tahun penjara. Mantan Ketua Komisi D Dewan ...

Ist.
Beritabatavia.com -
MOCHAMMAD Sanusi, terpidana kasus suap rancangan peraturan daerah soal reklamasi divonis tujuh tahun penjara. Mantan Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta ini juga divonis membayar denda Rp250 juta.

Sanusi dinilai hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terbukti menerima suap Rp2 miliar dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk Ariesman Widjaja. Ia juga melakukan tindak pidana pencucian yang untuk menyamarkan aset.

"Menyatakan terdakwa M Sanusi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam dakwaan pertama dan Tindak Pidana Pencucian Uang," kata Ketua majelis hakim Sumpeno, Kamis (29/12)

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yakni 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta. Hakim juga menolak tuntutan jaksa terkait pencabutan hak politik terdakwa.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim berpendapat bahwa pencabutan hak politik bukan kewenangan pengadilan. Hakim Sumpeno mengatakan, ketentuan mengenai hak politik telah diatur dalam Undang-undang terpisah. "Masyarakat saat ini juga sudah pintar memilih," kata Sumpeno.

Setelah vonis ini, hakim memerintahkan agar sejumlah mobil mewah dan harta milik Sanusi disita untuk negara. Namun beberapa aset tanah dan bangunan berupa Sanusi Center di Kramat Jati, Jakarta Timur dan satu unit rumah di Kompleks Perumahan Permata Regency diminta untuk dikembalikan pada pemiliknya. Sebab kepemilikan aset tersebut bukan atas nama Sanusi.

Mantan Politisi Partai Gerindra menyatakan akan mempertimbangkan terlebih dulu. Ia sempat menangis saat berjalan keluar dari ruang persidangan. Sejumlah kerabatnya pun berhamburan memeluk Sanusi.

Meski demikian ia mengaku telah ikhlas dan menerima atas vonis pada dirinya. "Saya pribadi enggak ada masalah, saya sudah bilang alhamdulillah. Jadi enggak apa-apa," ujarnya.

Sanusi juga tak mempermasalahkan perampasan aset miliknya. Ia meyakini bahwa perkara ini telah menjadi takdir yang harus dijalani. "Saya sudah bilang, Allah yang atur. Dapat pun dari Allah, kalau pun mau diambil ya enggak apa-apa," kata Sanusi.

Sanusi dijerat Pasal 12 huruf a Undang-undang 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Juga dijerat Pasal 3 UU Nomor 8 tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU jo Pasal 65 ayat 1 KUHP. o cio


Berita Lainnya
Rabu, 08 Mei 2019
Selasa, 07 Mei 2019
Senin, 06 Mei 2019
Selasa, 30 April 2019
Senin, 29 April 2019
Minggu, 28 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Rabu, 17 April 2019
Selasa, 16 April 2019