Jumat, 06 Januari 2017

Suap Suami Artis Inneke, KPK Telusuri Pihak Terkait

Suap Suami Artis Inneke, KPK Telusuri Pihak Terkait

Beritabatavia.com - Berita tentang Suap Suami Artis Inneke, KPK Telusuri Pihak Terkait

PENYIDIK  KPK terus menelusuri pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek satelit monitoring di lingkungan Bakamla yang menjerat ...

Ist.
Beritabatavia.com - PENYIDIK  KPK terus menelusuri pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek satelit monitoring di lingkungan Bakamla yang menjerat suami Inneke Koesherawaty, Fahmi Darmawansyah dan pejabat Bakamla Eko Susilo Hadi.

Termasuk, menelusuri adanya dugaan perantara suap Dirut PT Merial Esa Fahmi Dharmawansyah, dengan Deputi Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi yakni Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi yang juga Politikus PDIP. "Di kasus Bakamla yang diduga punya relasi dengan pejabat Bakamla sehingga dibutuhkan keterangannya (Fahmi Habsy) dalam kasus ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (6/1/2017).

Sebelumnya, Maqdir Ismail selaku Kuasa Hukum Fahmi Dharmawansyah menyebut kliennya mendapat proyek satelit monitoring di Bakamla karena dihubungkan oleh Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek Satelit Monitor Badan Keamanan Laut (Bakamla), Eko Susilo Hadi. "Iya salah satu yang disebut (sebagai penghubung) itu pak Fahmi Habsyi (Ali Fahmi)," kata Maqdir di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (6/1/2016).

Namun, saat dipertegas apakah Ali Fahmi yang juga Politikus PDIP itu sebagai orang yang juga turut menyarankan memberikan suap agar mendapat proyek itu, Maqdir tak mau menjawab dengan tegas. Hanya saja dia mengamini Ali Fahmi memang jadi pihak yang berkomunikasi langsung dengan Eko. "Memang (Ali Fahmi) berhubungannya sama dia (Eko)," jelasnya.

Kasus ini terbongkar saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan monitoring satelit Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 sebelum akhir tahun lalu.

KPK pun telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap tersebut. Empat orang yang telah ditetapkan tersangka adalah Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla, Eko Susilo Hadi serta tiga pejabat PT Merial Esa Indonesia yakni Fahmi Dharmawansyah, Hardi Stefanus, dan Muhammad Adami Okta.

Ketiga pejabat PT ME sebagai pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 uu 31 tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah pada uu 20 tahun 2001 jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Untuk Eko Susilo sebagai penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 thn 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana telah diubah dalam No 20 tahun 2001. o ino











Berita Lainnya
Jumat, 05 Juli 2019
Kamis, 04 Juli 2019
Rabu, 03 Juli 2019
Selasa, 02 Juli 2019
Senin, 01 Juli 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Minggu, 23 Juni 2019
Jumat, 21 Juni 2019
Selasa, 18 Juni 2019